Harga Batu Bara ‘Ngegas’ Tapi Produksi RI Jauh dari Target

Must read

Melihat data perdagangan perdana batu bara pekan ke-2 Juni 2021 kembali ‘ngegas’ sampai US$ 115,6/ton, tidak dimanfaatkan dengan produksi batu bara Indonesia yang malah jauh dari target. Pemerintah menargetkan produksi batu bara Indonesia mencapai 625 juta ton tahun 2021. 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara mencatat sampai dengan Mei 2021, produksi batu bara nasional telah mencapai 237 juta ton, atau sebesar 38% dari target produksi batu bara tahun ini.

Capaian tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin.

Ridwan mengatakan, dalam mengejar target produksi ini, badan usaha sempat mengalami kendala, yakni saat terjadinya bencana banjir dan juga tingginya curah hujan pada awal tahun 2021.

Hal ini semakin membuktikan bahwa disrupsi rantai pasok juga menjadi faktor yang berperan dalam meningkatkan harga batu bara mengingat Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar batu bara termal.

Sebagai informasi, pada perdagangan terakhir pekan lalu Jumat (4/6/2021), harga kontrak batu bara termal Newcastle turun 2,09% ke US$ 110,25. Jika dihitung secara mingguan harga batu bara turun 7,3%.

Kenaikan harga batu bara yang fantastis tak terlepas dari adanya spekulasi terkait disrupsi rantai pasok di pasar di tengah prospek kenaikan permintaan terutama di kawasan Asia Pasifik. 

Baca Juga : APBI Sebut Industri Batu Bara Kini Mengalami “Sunset”

Kasus infeksi Covid-19 di India yang terus melandai membawa harapan permintaan bakal berangsur membaik. Peningkatan permintaan batu bara China yang tak diimbangi dengan pasokan mencukupi serta ancaman turunnya output serta disrupsi rantai pasok akibat memasuki periode musim hujan menjadi upside risk untuk harga batu bara.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article