Harga Batu Bara Naik Tipis

Harga Batu Bara Naik Tipis

Harga-Batu-Bara-Naik-Tipis
Harga Batu Bara Naik Tipis

Harga batu bara kontrak ICE Newcastle kemarin kembali ditutup menguat dan menandai penguatan beruntun dalam empat hari perdagangan terakhir.

Namun wabah COVID-19 masih menjadi sorotan utama di pasar mengingat sekarang sudah menjangkiti hampir seluruh negara di dunia.

Kemarin (18/3/2020) harga batu bara kontrak berjangka ICE Newcastle ditutup menguat 0,3% ke level US$ 66,5/ton. Penguatan yang terjadi kemarin sama dengan penguatan sehari sebelumnya.

Wabah COVID-19 membawa ancaman terjadinya disrupsi terhadap permintaan komoditas batu bara terutama di pasar Asia Pasifik (seaborne).

Walau impor batu bara China sejak 1-17 Maret 2020, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu. Tetapi impor batu bara di negara konsumen batu bara di negara kawasan Asia lain masih melemah.

Data Refinitiv menunjukkan total persediaan batu bara di pelabuhan utama di China bagian utara sampai dengan 13 Maret 2020 mencapai 12,5 juta ton.

Angka ini jauh lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 15,8 juta ton (-20,9% yoy).

Sementara itu impor batu bara China sejak awal Maret hingga kemarin tercatat mencapai 10,8 juta ton. Jumlah ini naik dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 10,6 juta ton (+1,88% yoy).

Baca Juga: Corona Tak Menghambat Ekspansi Aneka Tambang

Bagaimanapun juga sentimen negatif juga masih datang dari negara konsumen batu bara terbesar di kawasan Asia lainnya seperti Jepang, Korea Selatan dan India.

Ketiga negara ini masih mencatatkan kontraksi impor batu bara sejak awal Maret hingga kemarin jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.