Harga Batu Bara Kembali Naik Tipis

Harga Batu Bara Kembali Naik Tipis

Harga Batu Bara Naik Tipis
Harga Batu Bara Kembali Naik Tipis

Tren positif kenaikan harga singgah di pasar perdagangan batu bara.

Harga batu bara mulai mandaki setelah cukup lama terkoreksi turun dalam 9 hari perdagangan berturut-turut.

Terhitung pada periode 15-29 Juli 2020, harga batu bara telah anjlok 6,7%. 

Pada sesi perdaganagan Rabu (29/7/2020) harga batu bara Newcastle untuk kontrak menorehkan penguatan 0,58% ke level US$ 52 per ton. 

Harga batu bara masih mengalami resisten untuk mencapai level lebih tinggi dari US$ 56/ton. Di sisi lain harga terendah yang tercatat sejak akhir April 2020 berada di US$ 50,9/ton. 

Saat banyak negara yang mulai menerapkan pelonggaran lockdown, harga batu bara sempat rebound. Namun setelah itu, harga batu bara cenderung bergerak sideways dengan rentang US$ 52 – US$ 56 per ton.

Geliat aktivitas masyarakat yang membaik membuat adanya harapan pertumbuhan ekonomi akan berangsur pulih dan permintaan terhadap komoditas juga ikut terdongkrak.

Namun relaksasi lockdown, terus mencatatkan pertumbuhan jumlah kasus Covid-19 baru. 

Potensi terjadinya gelombang kedua wabah membuat prospek dan pemulihan ekonomi masih belum menunjukkan sinyal hijau.

Sehingga batu bara sebagai komoditas yang banyak digunakan untuk sektor industri terutama sebagai bahan bakar pembangkit listrik, pembuatan baja hingga industri pupuk belum dapat bergerak dengan cepat.

Dengan kapasitas produksi yang masih rendah dan sektor bisnis yang cenderung menahan diri dari ekspansi membuat kebutuhan batu bara masih rendah.

Kebijakan impor China yang tak menentu juga menjadi sentimen yang turut mempengaruhi pergerakan harga komoditas batu bara.

Baca Juga: Komitmen Dukung CSR

Sebelumnya China dikabarkan bakal mengetatkan kuota impornya pada paruh kedua tahun ini seiring dengan impor yang sudah jor-joran pada kuartal kedua dan guna mendongkrak industri domestik.