Harga Batu Bara Naik Pasca Isu Virus Corona

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga batu bara naik pasca isu virus corona dengan acuan (HBA) pada Februari 2020 sebesar US$66,89 per ton, naik dari bulan sebelumnya sebesar US$ 65,93 per ton.

harga-batu-bara-naik-pasca-isu-virus-corona
Harga Batu Bara Naik Pasca Isu Virus Corona

Menurut Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi, penyebaran virus corona yang berpusat di Kota Wuhan, Provinsi Hubei tersebut telah membuat pasokan batu bara dari Tiongkok mengalami penurunan.

“Berkurangnya pasokan batu bara dari tambang di Tiongkok karena libur Tahun Baru Imlek dan penyebaran virus,” kata Agung

Kebakaran hutan di Australia juga mempengaruhi pasokan batu bara dari beberapa produsen utama dunia. Sedangkan permintaan batu bara meningkat karena musim dingin yang terjadi di Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Baca Juga : Harga Batubara Alami Lompatan!

Ratusan orang asing telah dievakuasi dari Wuhan dan ditempatkan di pusat karantina di seluruh dunia. Lebih dari dua lusin maskapai penerbangan telah menangguhkan atau membatasi penerbangan ke Tiongkok dan beberapa negara, termasuk Amerika Serikat melarang masuk warga negara asing yang baru berpergian dari Tiongkok.

Baca Juga : Harga Batu Bara Terjangkit Corona

Sedangkan pemerintah Hong Kong telah menyatakan semua pengunjung dari daratan Tiongkok akan dikarantina selama dua minggu. Sedangkan Taiwan memperpanjang larangan masuk bagi orang asing yang mengunjungi Tiongkok dalam 14 hari terakhir, termasuk pengunjung dari Hong Kong dan Makau.

Di luar Tiongkok, suda ada dua kematian terjadi akibat virus corona yakni di Filipina dan Hong Kong. Keduanya melibatkan orang-orang yang pernah ke Wuhan. Selain itu, ada 260 kasus virus corona telah dilaporkan di 31 negara dan wilayah lain di luar China daratan.