Harga Batu Bara Naik Jadi US$ 80/ton

Harga Batu Bara Naik Jadi US$ 80/ton
Harga Batu Bara Naik Jadi US$ 80/ton

Harga batu bara bergerak naik pada perdagangan pekan III Januari 2021, bahkan kini harga si batu bara naik sebesar 4% dan sudah stabil di atas US$ 80/ton.

Sepanjang pekan ini, harga batu bara acuan di pasar ICE Newcastle (Australia) naik 4% secara point-to-point. 

Pada perdagangan akhir pekan, harga menyentuh titik tertinggi sejak 28 Desember 2020.

Permintaan batu bara terus meningkat setelah dunia mulai membuka ‘keran’ aktivitas masyarakat secara bertahap sejak pertengahan 2020.

Akibatnya, dii berbagai negara konsumen batu bara terbesar, impor terus naik.

Pada Desember 2020, Refinitiv mencatat impor batu bara India mencapai 17,83 juta ton.

Hingga pekan pertama Januari 2021, impor batu bara sudah sebanyak 12,49 juta ton.

Namun, ke depan harga batu bara berisiko turun. Sebab dengan harga yang sudah melonjak, sepertinya tinggal tunggu waktu saja bagi investor untuk melakukan ambil untung alias profit taking.

Penyebab penurunan harga batu bara adalah pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) yang kembali mengganas.  

Kehadiran virus corona varian baru yang disebut-sebut 70% lebih menular membuat pasien positif bertambah signifikan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, jumlah pasien positif corona di seluruh negara per 8 Januari 2021 mencapai 86.749.940 orang.

Bertambah 771.527 orang (0,9%) dibandingkan hari sebelumnya.

Dalam 14 hari terakhir (26 Desember 2020 – 8 Januari 2021), rata-rata pasien baru bertambah 607.997 orang per hari.

Naik dibandingkan 14 hari sebelumnya yang sebanyak 647.819 orang setiap harinya.

Situasi naiknya jumlah pasien positif corona membuat sejumlah negara kembali memberlakukan kebijakan pembatasan sosial (social distancing) yang lebih ketat. 

Termasuk Indonesia, yang mulai pekan III Januari, yakni dimulai sejak 11 Januari 2021 Indonesia memperketat pergerakan warga di Jawa-Bali.

Baca Juga: Alami Krisis Batu Bara Akhirnya China Batasi Akses Listrik

Mulai pekan depan, karyawan di perkantoran non-esensial diharapkan 75% bekerja dari rumah (work from home). Pusat perbelanjaan juga wajib tutup pukul 19:00.

kebijakan pembatasan sosial (social distancing) yang lebih ketat  akan membuat penggunaan listrik di perkantoran dan pusat perbelanjaan menurun. 

Penurunan permintaan listrik berarti pula akan ada penurunan harga batu bara karena komoditas ini adalah sumber energi primer utama dalam pembangkitan listrik.