Harga Batu Bara Naik, Emiten Tambang Senang!

Must read

Harga Batu Bara Naik, Emiten Tambang Senang!

"<yoastmark

Harga batu bara masih menunjukkan kenaikan di awal tahun 2021 memberikan kesenangan sekaligus harapan baru bagi para emiten batu bara, salah satunya PT Indika Energy Tbk (INDY).

Head of Corporate Communication PT Indika Energy Tbk (INDY) Ricky Fernando mengatakan, salah satu penyebab harga batu bara naik saat ini adalah adanya indikasi peningkatan impor batubara dari China.

Ricky menyebut industri energi saat ini masih didominasi oleh peranan batu bara karena harganya yang kompetitif, infrastruktur dan logistik yang relatif lebih mudah, serta perkembangan teknologi pengelolaan batu bara.

Sekretaris PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Apollonius Andwie juga mengatakan, pihaknya meyakini harga emas hitam tersebut akan terus meningkat dengan pemulihan ekonomi secara global.

Apollonius menyebut, permintaan batu bara tahun ini juga mengalami pemulihan. Hal ini terlihat dari daya serap batu bara yang semakin meningkat dari akhir tahun 2020, baik permintaan domestik maupun ekspor.

Emiten pelat merah ini memproyeksikan peningkatan tersebut akan terus berlanjut dengan pemulihan kondisi pasca pandemi.

“Terkait produksi, tentu akan meningkat dengan peningkatan permintaan,” terang Apollonius (5/12).

Baca Juga: Proyek Baterai ANTM dan LG Capai Rp138T

Meski demikian, Apollonius belum bisa mengungkapkan ihwal target spesifik produksi PTBA untuk tahun ini.

Hal yang sama juga disampaikan Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Dileep Srivastava.

Srivastava melihat adanya pertumbuhan minimal 5% terhadap permintaan batubara termal pada tahun ini.

Hal tersebut tidak terlepas dari pulihnya pasar batu bara dibandingkan dengan tahun 2020. Tahun lalu industri batu bara dipenuhi dengan berbagai tantangan, termasuk pandemi Covid-19.

Proses distribusi dan vaksinasi pun seharusnya berfungsi untuk menopang pasar lebih lanjut.

Rencana internal Perusahaan BUMI tahun ini adalah memproduksi batubara 5% atau lebih tinggi dari target 2020.

Untuk diketahui, tahun lalu volume produksi BUMI dipasang dengan kisaran 83 juta ton-85 juta ton.

1 COMMENT

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article