Harga Batu Bara, Minyak & CPO Optimis Songsong New Normal

Harga Batu Bara, Minyak & CPO Optimis Songsong New Normal

Harga-Batu-Bara-Minyak-&-CPO-Optimis-Songsong-New-Normal
Harga Batu Bara, Minyak & CPO Optimis Songsong New Normal

Tahun 2020 seolah jadi periode dengan peruntungan yang buruk (bad luck) bagi perekonomian global.

Wabah Covid-19 yang merebak di lebih dari 200 negara dan teritori di berbagai penjuru dunia menyebabkan krisis kesehatan yang menyeret performa ekonomi global anjlok. 

Pandemi yang diakibatkan oleh virus corona (Covid-19) mengakibatkan melemahnya permintaan global dan disrupsi dari sisi rantai pasok.

Harga-harga komoditas berguguran. Namun seiring dengan pelonggaran lockdown dan segala pembatasannya menyongsong era new normal harga komoditas mulai rebound. 

Lockdown bukan berarti menghendaki orang-orang untuk bekerja, beribadah dan belajar dari rumah saja.

Lebih dari itu lockdown juga menimbulkan sederet konsekuensi yang ongkosnya jelas besar bagi perekonomian suatu negara.

Banyak negara yang terjangkit memilih untuk mengambil tindakan ketat seperti karantina wilayah (lockdown) untuk menekan angka penyebaran kasus Covid-19.

Tak kurang dari 3 miliar orang dipaksa untuk #stayathome dalam jangka waktu berbulan-bulan. 

Roda ekonomi dipaksa melambat, bahkan nyaris berhenti. Perkantoran tutup, pabrik-pabrik pun kosong atau tetap beroperasi dengan kapasitas yang lebih rendah.

Artinya produksi turun yang berakibat pada terganggunya rantai pasok dan dirumahkannya para pegawai.

Baca Juga: New Normal Tak Buat Harga Minyak Bangkit

Bukan hanya dirumahkan saja tetapi banyak juga yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK) sehingga statusnya berubah jadi pengangguran.

Daya beli melemah dan permintaan terseret turun. Lockdown pada akhirnya membawa dampak negatif ganda (double hit) pada perekonomian.