Harga Batu Bara Merosot 4% Minggu Ini

Harga Batu Bara Merosot 4% Minggu Ini
Harga Batu Bara Merosot 4% Minggu Ini

Harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) merosot 4% pada minggu ke-3 Februari 2021 secara point-to-point. Harga batu bara  semakin menjauh dari level US$ 80/ton. 

Salah satu penyebabnya yakni, berakhirnya musim dingin, negara-negara di belahan bumi utara (northern hemisphere) tidak lagi membutuhkan untuk pemanas ruangan.  Hal tersebut tentunya membuat konsumsi listrik turun cukup tajam.

Mengutip catatan Our World in Data, sebagian besar pembangkit listrik dunia masih menggunakan batu bara sebagai sumber energi primer. Pada 2019, total produksi listrik dunia adalah 26.296,51 TWh. Dari jumlah tersebut, 35,95% bersumber dari batu bara.

“Puncak permintaan musim dingin sudah berlalu. Sekarang permintaan batu bara mulai melandai,” sebut Toby Hassall selaku Analis Refinitiv.

Namun ke depan, harga batu bara masih berpotensi membaik. Ini didukung oleh pemulihan ekonomi dunia, yang oleh International Energy Agency (IEA) diperkirakan tumbuh 5,2%.

“Di Amerika Serikat (AS), listrik yang dihasilkan oleh pembangkit batu bara pada 2021 diperkirakan naik 12% dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Ini disebabkan oleh kenaikan permintaan listrik yang diperkirakan sebesar 1% YoY,” sebut Keisuke Sadamori sebagai IEA. 

IEA memperkirakan permintaan batu bara dunia tahun ini akan naik 2,6% YoY. Namun selepas itu, sepertinya prospek batu bara tidak terlampau cerah.

Baca Juga: Pelajari 8 Strategi Pengelolaan Minerba di Indonesia

EIA memprediksi permintaan batu bara dunia pada 2022-2025 akan stagnan di kisaran 7,4 miliar ton. Lambat laun, energi baru dan terbarukan akan mengambil tempat.

“Energi terbarukan sudah berada di jalur yang benar untuk menggantikan batu bara sebagai sumber energi pembangkit listrik pada 2025. Pada saat itu, penggunaan gas alam juga kami perkirakan sudah melampaui batu bara.

“Namun permintaan batu bara tetap akan tinggi, terutama di Asia. Dalam waktu dekat, belum ada tanda-tanda batu bara akan hilang sama sekali,” tutup Keisuke.