Harga Batu Bara Membara, Cermati 3 Sentimen Penggeraknya

Harga batu bara membara pada kontrak acuan pada perdagangan Senin kemarin ditutup menguat menyusul sentimen positif yang berasal dari penurunan jumlah kasus virus corona di China.

Pada penutupan perdagangan kemarin, Senin (2/2/2020) harga batu bara kontrak berjangka ICE Newcastle menguat 0,6% ke level US$ 66,8/ton.

Kenaikan ini dipicu oleh sentimen positif yang berasal dari China. Pertama, jumlah kasus infeksi virus corona di China sudah mulai menurun.

Menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. China melaporkan penambahan 206 kasus pada Minggu (1/3/2020) dan terendah sejak 22 Januari 2020.

Sentimen positif kedua adalah kembali beraktivitasnya warga China. Kementeriuan Transportasi China mengatakan sebanyak 295 juta warga China telah kembali bekerja.

Kementerian Transportasi China menyatakan sebanyak 15,8 juta orang kembali dari kampung halaman per harinya. Ini terjadi sejak pekan lalu menyusul larangan bepergian telah dilonggarkan terutama di 18 daerah.

Virus corona yang menjadi epidemi di China dalam dua bulan terakhir telah membuat aktivitas produksi di China terganggu. Akibatnya sektor manufaktur China mengalami kontraksi dalam pada Februari 2020.

Angka PMI manufaktur China bulan lalu berdasarkan data biro statistik nasional Tionglok berada di 35,7 jauh lebih rendah dari perkiraan konsensus yang dihimpun Reuters sebesar 46. Angka PMI di bawah 50 mengindikasikan bahwa sektor tersebut sedang terkontraksi.

Kembalinya Pekerja Jadi Sentimen Positif

Sementara itu angka PMI manufaktur China untuk bulan lalu versi Caixin juga menunjukkan kontraksi yang lebih dalam dari perkiraan. Sementara konsensus memperkirakan berada di angka 45,7. Angka PMI di bawah 50 menunjukkan adanya kontraksi.

Namun dengan kembalinya orang untuk bekerja menjadi sentimen positif untuk harga batu bara. Mengingat komoditas ini banyak digunakan untuk pembuatan baja sebagai bahan baku industri manufaktur.

Baca Juga : Minyak Naik 5%, Ada Apa Gerangan?

Sentimen ketiga yang membuat harga batu bara naik adalah konsumsi batu bara di enam pembangkit listrik utama di China sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kenaikan, setelah libur panjang tahun baru imlek.

Sementara itu angka PMI manufaktur China untuk bulan lalu versi Caixin juga menunjukkan kontraksi yang lebih dalam dari perkiraan.  sementara konsensus memperkirakan berada di angka 45,7. Angka PMI di bawah 50 menunjukkan adanya kontraksi.

Namun dengan kembalinya orang untuk bekerja menjadi sentimen positif untuk harga batu bara mengingat komoditas ini banyak digunakan untuk pembuatan baja sebagai bahan baku industri manufaktur.

Sentimen ketiga yang membuat harga batu bara naik adalah konsumsi batu bara di enam pembangkit listrik utama di China sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kenaikan.