Harga Batu Bara Melesu

Harga Batu Bara Melesu

Harga Batu Bara Melesu
Harga Batu Bara Melesu

Pasar perdagangan batu bara kembali dirundung awan mendung. Harga batu bara kembali melesu.

Harga batu bara termal acuan Newcastle yang kemarin ditutup turun dan hampir menyentuh ke level terendahnya dalam empat tahun terakhir.

Harga batu bara untuk kontrak ditransaksikan mengalami penurunan sebesar 0,8% ke US$ 50/ton.

Harga ini sudah turun ke level terendah sebelumnya di US$ 50,05/ton pada 12 Agustus lalu. 

Selangkah lagi harga batu bara akan susut ke level terendahnya selama empat tahun terakhir yakni pada Januari 2016 silam di harga US$ 49,75/ton.

Harga batu legam sendiri sudah turun 57,61% sejak anjlok dari level tertingginya di harga US$ 117,95/ton Juli 2018 lalu.

Penurunan harga batu bara juga tak terlepas dari fundamental pasar yang rapuh baik dari sisi permintaan maupun pasokan.

Dari sisi demand, potensi penurunan permintaan batu bara impor lintas laut (seaborne) dari India membuat harga tertekan.

Pasar belum kembali pulih seiring masih lambatnya geliat perekonomian di berbagai negara.

Industri belum sepenuhnya mengenjot produktivitas sebab masih terkendala Pandemi Covig-19.

Perusahaan listrik BUMN asal India yakni NTPC dikabarkan tak akan mengimpor batu bara mengingat konsumsi listrik di negara pengimpor batu bara terbesar setelah China itu drop akibat merebaknya pandemi Covid-19.

Kemungkinan pembatasan impor oleh India memang tak bisa terelakkan.

Baca Juga: Investasi Minerba Tahun Ini Turun 15%

Sebab, pemerintah setempat akan cenderung mendorong industri pertambangan batu bara domestik terlebih dahulu dalam rangka pemulihan ekonomi.

Di sisi lain China juga kemungkinan akan membatasi impor batu baranya mengingat mulai ada penurunan harga batu bara domestik.

Sebagai dua negara konsumen batu bara terbesar di dunia, penurunan permintaan asal negara-negara ini jelas menjadi tekanan tersendiri untuk harga si batu hitam.