Harga Batu Bara Melesat

Harga Batu Bara Melesat Harga-Batu-Bara-Melesat-Setelah-Lockdown-Dilonggarkan

Harga Batu Bara Melesat Setelah Lockdown Dilonggarkan

Harga batu bara untuk kontrak yang ramai diperdagangkan ditutup di level US$ 56,1/ton.

Di sepanjang bulan Mei 2020, harga batu bara telah naik 7,06%. Harga batu bara on track menuju level US$ 60/ton.

Harga batu bara termal acuan Newcastle kontrak berjangka kemarin ditutup stabil. Memasuki bulan Mei, harga batu bara berangsur-angsur naik seiring dengan rencana pelonggaran lockdown & pembatasan secara bertahap di berbagai negara.

Pelonggaran lockdown dengan segala pembatasannya secara bertahap sudah banyak direncanakan oleh berbagai negara di dunia.

Negara konsumen batu bara termal Australia yakni Jepang juga mengumumkan pelonggarannya.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan pada hari Senin (25/5/2020) bahwa keadaan darurat akan dicabut di lima dari 47 prefektur negara tersebut, mengacu pada siaran berita stasiun televisi NHK.

Pelonggaran ini memunculkan harapan bahwa ekonomi akan bergeliat kembali dan permintaan terhadap listrik dan bahan bakar akan berangsur pulih.

Hal ini jadi sentimen positif yang mampu mengerek permintaan batu bara, sehingga membuat harganya pelan-pelan menguat.

Baca Juga: Harga Emas Antam Menguat di Tengah Optimisme Vaksin Corona

China sebagai negara pertama yang sudah mendeklarasikan kemenangannya melawan virus corona mencatatkan kenaikan impor batu bara yang signifikan April lalu.

Total stok batu bara di berbagai pelabuhan utama di China juga tercatat mulai mengalami penurunan.