Harga Batu Bara Melesat! Pertanda Winter is Coming?

Harga batu bara kembali menguat pada penutupan perdagangan kemarin. Kebutuhan penghangat ruangan yang naik menjelang musim dingin berpotensi jadi katalis untuk harga batu bara.

Kemarin, harga kontrak berjangka ICE Newcastle (Australia) ditutup melesat 1,24% ke US$ 69,6/ton. Sejak 14 Oktober 2019, harga komoditas ini cenderung mengalami tren kenaikan.

Walaupun ada kekhawatiran bahwa konsumsi batu bara China akan turun pada kuartal terakhir tahun ini, musim dingin yang akan segera datang di belahan bumi utara (northern hemisphere) mampu jadi katalis positif naiknya harga batu bara. Memasuki musim gugur, suhu terendah di berbagai kota di Eropa dapat mencapai 7 derajat celcius. Turunnya suhu menjelang musim dingin biasanya meningkatkan permintaan penghangat ruangan yang juga biasanya meningkatkan permintaan batu bara.

Baca Juga: Harga Komoditas Batu Bara Ditutup Meningkat

Hal tersebut didukung oleh turunnya stok di regional ARA (Amsterdam-Rotterdam-Antwerp) menjadi 5,9 juta ton. Selain itu impor batu bara oleh beberapa negara Eropa minggu kemarin tercatat naik. Mengutip data Refinitiv, impor batu bara di kawasan ARA pekan kemarin naik hingga 1 juta ton dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Impor batu bara Spanyol juga naik hingga 50.000 ton minggu kemarin, dan impor Italia naik lebih dari 100.000 ton.

Ekspor negara-negara di Cekungan Atlantik hingga 22 Oktober cenderung naik. Secara mingguan ekspor batu bara Amerika Serikat hingga Senin kemarin naik menjadi 1 juta ton dari sebelumnya 879.000 ton. Ekspor batu bara Afrika Selatan juga naik jadi hampir 1,6 juta ton dari minggu sebelumnya yaitu 1,36 juta ton. Ekspor batu bara Kolumbia juga naik hampir 500.000 ton. Hingga kemarin, ekspor tercatat mencapai 1,7 juta ton naik dari minggu sebelumnya yang hanya 1,23 juta ton. Harga yang lebih murah juga menjadi keuntungan tersendiri.