Harga Batu Bara Melesat Lagi

Harga Batu Bara Melesat Lagi

Harga-Batu-Bara-Melesat-Lagi
Harga Batu Bara Melesat Lagi

Harga batu bara mengalami penguatan pada penutupan perdagangan kemarin, Kamis (26/3/2020) kala pandemi virus corona atau COVID-19 makin menjadi-jadi. 

Harga batu bara kontrak futures ICE Newcastle (Australia) dengan nilai kalori 6. 000 Kcal/Kg kemarin di tutup menguat 2,04% ke level US$ 70,15/ton. Sementara itu harga batu bara kontrak futures Indonesia yang berkalori 4.200 Kcal/Kg juga menguat 1,86% ke US$ 23,02/ton.

Namun jika dilihat secara tren, harga batu bara kontrak Australia dan Indonesia bergerak tak seirama. Harga batu bara Australia cenderung stabil sementara koreksi harga justru terjadi pada harga batu bara kontrak acuan Indonesia di saat yang sama.

Pandemi yang sekarang menginfeksi lebih dari 531.000 orang tersebut telah menyebabkan dinamika di pasar, terutama pasar batu bara Asia Pasifik.

Ekspor batu bara Indonesia dalam beberapa bulan terakhir sudah mencapai 30 juta ton dengan 60% dari total ekspor disumbang oleh China dan India. Kinerja impor batu bara kedua negara tergolong baik di awal tahun.

Baca Juga: Nasib Ekspor Minerba Indonesia

China yang menghadapi wabah harus rela menetapkan kebijakan lockdown untuk mencegah penyebaran virus semakin meluas.

Akibatnya aktivitas bisnis termasuk pertambangan batu bara terganggu. Hal ini memicu China untuk lebih banyak mengimpor batu bara guna memenuhi kebutuhan domestiknya.

Sementara itu, impor India dari Indonesia juga cenderung stabil pada periode dua bulan pertama tahun ini. Hal ini diakibatkan oleh peningkatan output listrik di pembangkit di wilayah pesisir India.

Namun impor batu bara India dari Indonesia berpotensi turun bulan ini dan beberapa waktu ke depan mengingat India menetapkan kebijakan lockdown.