Harga Batu Bara Melesat Hampir 5%

Harga Batu Bara Melesat Hampir 5%

Harga Batu Bara Melesat Hampir 5%
Harga Batu Bara Melesat Hampir 5%

September ceria milik harga batu bara. Pasar batu bara penuh kecerian memasuki bulan September 2020. Harga melesat tajam pada perdagangan Senin kemarin (31/8/2020).

Harga batu bara yang sempat loyo kini mencuat lebih bertenaga. Ini mengakhiri masa sulit yang bahkan sempat terperosok dalam ke bawah US$ 50/ton dan menyentuh level terendah dalam 4 tahun terakhir.

Pada sesi akhir perdagangan Senin (31/8/2020), harga batu bara termal Newcastle yang aktif ditransaksikan menguat secara signifikan ke US$ 52,75/ton atau naik 4,25% dari posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Meski melesat signifikan, harga batu bara masih dalam zona koreksi di sepanjang tahun ini.

Prospek batu bara ke depan masih dibayangi dengan berbagai kabar buruk. Kabar kurang mengenakkan terbaru kini datang dari PBB.

PBB mengatakan, India perlu bekerja secara progresif untuk menghentikan penggunaan batu bara untuk menghasilkan listrik dengan mempercepat transisinya ke energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.

Badan global itu ingin negara Asia Selatan itu menjadi pionir dalam mendorong energi bersih, terutama karena pandemi Covid-19 membahayakan pembangunan yang berkelanjutan.

Hal ini dikatakan langsung oleh kata sekretaris jenderal PBB António Guterres pada 28 Agustus, mengutip Argus Media.

Baca Juga: IHSG Mulai Melankolis

Pandemi telah merusak rencana India untuk dengan cepat memperluas armada terbarukannya karena aktivitas konstruksi melambat karena kekurangan tenaga kerja dan masalah rantai pasok.