Harga Batu Bara Melejit!

Harga Batu Bara Melejit!

Harga Batu Bara Melejit!
Harga Batu Bara Melejit!

Akhirnya harga batu bara mulai menunjukkan adanya sinyal postif yang menghijaukan bursa saham.

Sinyal positif pasar mengakhiri kinerja lesu batu bara yang sempatĀ  ambles ke level terendah dalam empat tahun terakhir.

Meski harga sedang baik, prospek harga batu bara belum memiliki pijakan fundamental yang cukup kuat. Fluktuasi harga masih membayangi harga batu bara.

Pada perdagangan kemarin, Rabu (26/8/2020) harga batu bara termal acuan Newcastle untuk kontrak yang aktif ditransaksikan menguat 2,46% ke US$ 50/ton.

Kenaikan harga ini lebih mencerminkan faktor teknikal saja, mengingat fundamentalnya yang masih keropos.

Permintaan impor si batu hitam dari dua konsumen terbesarnya yaitu India dan China membuat pasar batu bara lintas laut (seaborne) lesu.

Penurunan konsumsi listrik di sektor komersial dan industri India membuat negara tersebut sempat mengerem impor batu baranya, terutama saat lockdown diterapkan.

Namun seiring dengan pelonggaran lockdown dilakukan India cenderung membatasi impornya untuk mendongkrak permintaan domestik.

Hal yang sama juga dilakukan di China. Impor batu bara Negeri Panda sempat jor-joran.

Kini impor China pun mulai ditahan. Di saat China menahan impornya, pasar lain seperti Jepang pun tak bisa diharapkan banyak.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan Jepang, impor batu bara termal Negeri Sakura tercatat mencapai 8,9 juta ton di bulan Juli atau turun 14% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Asosiasi Pengusaha Minta Relaksasi

Sementara jika dilihat pada periode Januari-Juli total impor batu bara Jepang mencapai 62,1 juta ton atau turun 3,6% dibanding periode yang sama tahun 2019.