Harga Batu Bara Masih Rawan Koreksi

Harga Batu Bara Masih Rawan Koreksi

Harga-Batu-Bara-Masih-Rawan-Koreksi
Harga Batu Bara Masih Rawan Koreksi

Pada perdagangan kemarin, harga batu bara termal Newcastle kontrak berjangka ditutup menguat.

Walaupun sudah menguat dalam dua hari terakhir, harga batu bara sejatinya masih berpotensi untuk terkoreksi lantaran belum didukung oleh fundamentalnya.

Harga batu bara kontrak futures menguat 0,68% ke US$ 52,2/ton di akhir perdagangan.

Penguatan tersebut tidaklah signifikan untuk membawa harga batu bara kembali ke periode awal tahun. Kini harga batu bara sedang berada di titik terendahnya sejak 25 Mei 2016.

Penguatan harga batu bara kontrak futures lebih mencerminkan fenomena teknikal saja mengingat fundamentalnya belum mendukung.

Harga batu bara naik lantaran harga kontraknya yang sudah terlampau murah sehingga memberikan momentum untuk aksi beli. 

Jika dilihat secara fundamental, permintaan batu bara termal Australia masih dibilang lesu.

Terutama untuk pasar batu bara lintas laut Asia Pasifik. Pandemi COVID-19 yang awalnya merebak di China telah membuat dinamika pasar berubah.

Baca Juga: Freeport Indonesia Pangkas Target Penjualan

Kinerja impor batu bara di negara-negara konsumen bahan bakar jenis fosil ini di Asia juga tak menunjukkan adanya perbaikan. Bahkan malah menurun.