Harga Batu Bara Masih Fluktuatif

Harga Batu Bara Masih Fluktuatif

Harga-Batu-Bara-Masih-Fluktuatif
Harga Batu Bara Masih Fluktuatif

Harga batu bara kontrak berjangka Newcastle melemah tipis 0,18% ke US$ 56/ton.

Sejak 20 Mei lalu harga batu bara cenderung flat setelah mencoba merangkak naik ketika memasuki bulan Mei.

Harga batu bara termal Newcastle untuk kontrak yang ramai ditransaksikan ditutup melemah tipis kemarin. Pasar masih diliputi dengan kekhawatiran akan berbagai ketidakpastian yang ada.

Harga batu bara merangkak naik di sepanjang bulan Mei menyusul dilonggarkannya lockdown dan pembatasan di berbagai negara.

Pelonggaran yang ditempuh menjadi sentimen positif untuk komoditas unggulan Negeri Kangguru dan Indonesia ini. 

Pasalnya selama lockdown terjadi di berbagai negara di dunia, permintaan terhadap listrik terutama untuk sektor industri dan komersil menurun. Maklum pabrik banyak yang tidak beroperasi atau tetap berproduksi dengan kapasitas rendah dan pusat perbelanjaan tutup. 

Anjloknya permintaan listrik berdampak pada penurunan permintaan batu bara yang jadi bahan bakar untuk menghasilkan listrik.

Ketika secara perlahan banyak negara terutama negara konsumen batu bara melonggarkan pembatasannya. Maka ada harapan permintaan si batu hitam bisa membaik. 

Baca Juga: Bisnis Emas Hitam Penuh Kabut

Namun penguatan harga batu bara harus tertahan sebelum berhasil menuju ke level US$ 60/barel.

Hubungan Australia dengan China yang retak memunculkan ketidakpastian baru dan membuat pasar mulai mengkhawatirkan bahwa permintaan batu bara China akan anjlok.