Harga Batu Bara Lolos dari Koreksi Terendah

Harga Batu Bara Lolos dari Koreksi Terendah

Harga-Batu-Bara-Lolos-dari-Koreksi-Terendah
Harga Batu Bara Lolos dari Koreksi Terendah

Tren koreksi sepanjang tahun ini terjadi di tengah masih terbatas permintaan batu bara menyusul kebijakan karantina wilayah (lockdown) di negara-negara utama konsumen batu bara seperti India dan China.

Berhentinya aktivitas manufaktur akibat lockdown memangkas permintaan batu bara.

Mengutip laporan bulanan PT. Bumi Resources Tbk, eksportir terbesar batu bara nasional, permintaan ketat memang masih terjadi.

Di pasar China, harga batu bara masih cenderung menurun, dengan kisaran harga US$ 30-31 per ton untuk produk kalori rendah (3.800 kcal) dan US$ 47-47,5 per ton untuk kalori tinggi (5.000 kcal).

Harga acuan batu bara selama sepekan ini tertekan tipis, setelah sempat nyaris meninggalkan level psikologis US$ 50 per ton.

Harga kontrak berjangka (futures) batu bara Newcastle pada Jumat (1/5/2020) berada di level US$52,4 per ton. Tertekan sangat tipis jika dibandingkan dengan penutupan pada Jumat akhir pekan lalu yang berada di level US$ 52,55 per ton.

Baca Juga: Harga Batu Bara Masih Rawan Koreksi

Namun, posisi penutupan akhir pekan lalu tersebut terhitung masih lebih baik jika melihat kenyataan bahwa harga komoditas ini sempat anjlok ke level terendahnya sepanjang 2002 pada Senin kemarin, di US$ 50,9 per ton.