Harga Batu Bara Lesu Darah

Harga Batu Bara Lesu Darah

Harga Batu Bara Lesu Darah
Harga Batu Bara Lesu Darah

Pekan ini, harga batu bara melemah lagi, bahkan jika melihat perjalanannya sepanjang tahun ini bisa dikatakan nyungsep sep-sep.

Pandemi penyakit akibat virus corona (Covid-19) membuat konsumsi energi turun yang berdampak pada turunya serapan batubara untuk kebutuhan energy di tahun ini.

Belum lagi ditambah dengan negara-negara maju yang mulai beralih ke energi bersih, yang artinya konsumsi batubara akan semakin menurun.

Harga baru bara melemah 2,57% ke US$ 49,6/ton. Level tersebut merupakan yang terendah sejak April 2016.

Untuk diketahui, pada 7 April 2016, harga batu bara menyentuh level US$ 48,5/ton.

Level tersebut merupakan yang terendah sejak data tercatat di Refinitiv sejak Desember 2008.

Itu artinya, batu bara berjarak sekitar 2% dari level terendah tersebut, dan sepanjang tahun sudah ambrol lebih dari 28%.

Sehingga bisa dikatakan nyungsep, senyungsep-nyungsepnya. 

Sementara penurunan harga batu bara di pekan ini tak lepas dari fundamental pasar yang rapuh baik dari sisi permintaan maupun pasokan.

Dari sisi demand, potensi penurunan permintaan batu bara impor lintas laut (seaborne) dari India membuat harga tertekan.

Baca Juga: Realisasi Investasi Sektor Minerba Tak Tembus Target

Perusahaan listrik BUMN asal India yakni NTPC dikabarkan tak akan mengimpor batu bara lagi selama tahun fiskal 2020-2021 yang berakhir pada 31 Maret.

Langkah tersebut mengikuti proyeksi konsumsi listrik yang lebih rendah akibat pandemi Covid-19.