Harga Batu Bara Kembali Membara

Harga batu bara kembali membara kontrak ICE Newcastle naik 45 sen atau 0,66% ke level US$ 69,1/ton. Harga batu bara telah naik 3,91% dalam sepekan terakhir terhitung sejak Senin pekan lalu (11/11/2019).

Harga batu bara ditutup menguat pada perdagangan Senin kemarin (18/11/2019). Walau naik, harga batu bara masih belum dibarengi dengan perbaikan signifikan dari sisi fundamentalnya.

Walau mencatatkan kenaikan, harga batu bara masih rawan terkoreksi. Menurut studi Mirae Asset Sekuritas, produksi batu bara China di bulan Oktober menyentuh level 324,9 juta ton.

Baca juga artikel terkait Harga Batu Bara Kembali Membara: Kesepakatan AS-China Tak Kunjung Terjadi, Emas Kembali Melonjak

Produksi batu bara China bulan Oktober mengalami kenaikan sebesar 0,2% secara bulanan (month on month) dan naik 6,5% dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year).

Peningkatan produksi batu bara China memberikan sinyal buruk bagi harga batu bara karena produksi batu bara China berkontribusi 46,7% terhadap total produksi batu bara global.

Berdasarkan data enam pembangkit listrik terbesar di China, stok batu bara cenderung flat. Hingga pekan kemarin stok batu bara di enam pembangkit tersebut diperkirakan sebesar 16,6 juta ton. Jumlah tersebut turun 0,4% dibanding bulan lalu dan turun 2,6% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Minimnya katalis positif membuat harga batu bara rawan terkoreksi dan berpotensi melanjutkan pola pergerakan harga yang cenderung sideways.