Harga Batu Bara Gasifikasi Mentok US$21 per Ton

Menteri ESDM Arifin Tasrif menetapkan harga batu bara khusus sebagai bahan baku proyek gasifikasi sebesar US$20 sampai US$21 per ton. Bahkan, tak tertutup kemungkinan harganya bisa di bawah itu.

“Sudah disetujui harganya, kalau bisa di bawah itu (US$20 sampai US$21 per ton),” ucap Arifin.

Pun demikian, Arifin menyatakan pihaknya tak membuat regulasi khusus berbentuk peraturan menteri terkait penetapan harga tersebut. Hal ini dikarenakan sifatnya business to business (b to b).

“Kayaknya tidak perlu peraturan menteri, business to business kan bisa. Ini supaya masuk nilai keekonomiannya,” terang Arifin.

Harga-Batu-Bara-Gasifikasi-Mentok-US$21-per-Ton
Harga Batu Bara Gasifikasi Mentok US$21 per Ton

Diketahui, pemerintah saat ini berencana mengolah batu bara menjadi gas dimethyl ether (DME) sebagai pengganti elpiji. Ini sebagai salah satu upaya mendorong program hilirisasi batu bara di domestik.

Sementara, PT Pertamina (Persero) dan PT Bukit Asam Tbk pada tahun lalu telah menandatangani Perjanjian Prinsip (principal agreement) pembentukan perusahaan patungan (joint venture/JV) untuk hilirisasi batu bara di mulut tambang Bukit Asam di Peranap, Riau.

Baca Juga : Milenial Wajib Tahu 3 Hal Ini Mengenai Pertambangan

Nantinya, hilirisasi batu bara dengan skema gasifikasi itu bisa menghasilkan synthesis gas (syngas) hingga SME yang bisa men-substitusi elpiji.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa meragukan rencana pemerintah untuk mengolah batu bara menjadi DME sebagai pengganti elpiji. Sebab, butuh dana besar untuk merealisasikan hal tersebut.

“Indonesia punya batu bara kalori rendah dan ini saya kira cukup banyak jumlahnya dari sisi deposit dan juga tidak bisa diekspor. Belum tentu batu bara kalori rendah ini juga secara perekonomian layak untuk dijadikan gas atau bahan bakar cair,” kata Fabby.

Menurut Fabby, pemanfaatan batu bara sendiri juga akan sangat sulit dilakukan mengingat banyaknya negara yang juga berlomba-lomba untuk memanfaatkan cadangan batu bara dalam negeri.