Harga Batu Bara Diprediksi Masih Bisa Naik

Harga Batu Bara Diprediksi Masih Bisa Naik
Harga Batu Bara Diprediksi Masih Bisa Naik

Badan Energi Internasional (IEA) memprediksi harga batu bara dunia tahun ini akan naik dibanding tahun lalu.

Data perdagangan terbaru menunjukan, harga batu bara ditutup menguat 2,1% ke US$ 79/ton di akhir pekan lalu Jumat (19/2/2021). Walaupun dalam sepekan terakhir, harga si batu hitam masih terkoreksi lebih dari 4%.

Di akhir bulan Januari, harga kontrak futures (berjangka) batubara ICE Newcastle sempat melesat ke posisi tertingginya hampir dalam dua tahun terakhir ke level US$ 91/ton. Namun setelah itu harga batu bara cenderung melorot

Pergerakan harga batu bara memang cenderung ditopang oleh faktor musiman juga. Ketika musim dingin datang, kebutuhan akan penghangat ruangan dan listrik meningkat. Di situlah permintaan batu bara terkerek naik, begitu juga harganya. 

Namun jelang berakhirnya musim dingin, terutama di China sebagai konsumen batu bara terbesar di dunia, harga batu bara cenderung tertekan.

Baca Juga: Tambang Pasir Sokong Pembangunan Utara Jawa Barat

“Puncak permintaan musim dingin sudah berlalu. Sekarang permintaan batu bara mulai melandai,” sebut Toby Hassall dari Analis Refinitiv.

Adanya prospek pemulihan ekonomi global disertai berpotensi membuat harga komoditas ekspor unggulan Indonesia dan Australia terdorong lebih tinggi.