Harga Batu Bara China Terjun ke Harga Terendah

Harga Batu Bara China Terjun ke Harga Terendah

Harga-Batu-Bara-China-Terjun-ke-Harga-Terendah
Harga Batu Bara China Terjun ke Harga Terendah

Harga batubara acuan China untuk kontrak yang paling ramai diperdagangkan yaitu bulan September 2020. Alami penurunan 6,8 yuan atau 1,3% dari perdagangan akhir pekan lalu ke posisi harga 491.20 yuan.

Harga batu bara China telah turun ke level yang dapat memicu intervensi negara, terpantau di bursa berjangka Zhengzhou Commodity Exchange harga diperdagangkan dibawah 500 yuan.

Harga batubara tersebut merupakan harga terendah sejak perdagangan September 2016 yang mengikuti pergerakan turun harga batubara NewCastle.

China adalah pengguna dan produsen bahan bakar teratas, dan telah berusaha menyeimbangkan kebutuhan perusahaan listrik dan penambang dengan mengamankan harga  antara 500 dan 570 yuan.

Dalam beberapa tahun terakhir, harga spot sebagian besar bertahan di atas kisaran itu karena pengawasan yang lebih ketat terhadap tambang lokal  dan larangan impor untuk memacu permintaan batubara domestik.

Tahun ini, harga telah turun karena pasokan menumpuk. Dengan pemerintah Beijing mendorong ekonomi kembali naik setelah mengalami wabah covid 19.

Para penambang didesak untuk mempercepat dimulainya kembali produksi. Namun, permintaan belum ramai sehingga pasokan menumpuk.

Baru-baru ini, beberapa pelabuhan di China  telah memotong kuota impor di tengah lemahnya permintaan dari penghentian pabrik yang disebabkan oleh virus covid19.  Jika pembatasan impor diperpanjang, harga batubara dunia bisa lebih terpukul.

Baca Juga: Awal Pekan, IHSG Dibuka Menguat

Harga batubara NewCastle untuk kontrak berjangka yang ramai diperdagangkan yaitu kontrak bulan Mei 2020 dibuka pada posisi 62,10 dollar per ton.

Dan  akhir sesi anjlok hingga ke posisi 59.40 per ton, harga terburuk sejak bulan Juli 2016.

Sementara itu untuk harga batubara Indonesia (ICI 4) untuk kontrak bulan Mei di bursa NYMEX. Tidak alami perubahan pada penutupan sesi tadi pagi dan harga berada di posisi US$31.35 per ton.

Perdagangan kembali akan dibuka pada perdagangan sesi Amerika malam nanti.