Harga Batu Bara Cetak Rekor Baru

Harga Batu Bara Cetak Rekor Baru

Harga Batu Bara Cetak Rekor Baru
Harga Batu Bara Cetak Rekor Baru

Harga batu bara masih terus mencatatkan penguatan. Pada perdagangan kemarin, harga batu bara untuk kontrak yang aktif ditransaksikan berhasil naik dan tembus level US$ 61/ton.

Pada Selasa (29/9/2020) harga batu bara termal Newcastle berjangka melesat lagi 1,24% ke US$ 61,4/ton.

Sebelumnya harga batu bara di awal pekan meningkat 3% dalam sehari. Ini merupakan harga batu bara tertinggi sejak 8 April silam.

Sentimen pengerek naiknya harga batu bara berasal dari dua konsumen terbesarnya yaitu China dan India.

Di China, harga batu bara patokan domestiknya yaitu Qinhuangdao untuk kalori 5.500 Kcal/Kg naik 1,5% pekan lalu ke RMB 599/ton atau US$ 87,91/ton.

Harga tersebut sudah berada di atas green zone yang merupakan target harga informal yang dipatok oleh pemerintah Negeri Tirai Bambu.

Rentang harga tersebut merupakan level di mana perusahaan tambang dan utilitas masih bisa menjaga margin atau labanya.

Baca Juga: Saatnya Bangun Sektor ESDM Lebih Baik dan Progresif

Namun harga yang sudah terlampau sangat tinggi ini membuat minat impor batu bara lintas laut (seaborne) menjadi meningkat karena harganya lebih murah.