Harga Batu Bara Berjaya di Tengah Sengketa

Must read

Harga Batu Bara Berjaya di Tengah Sengketa

Harga Batu Bara Berjaya di Tengah Sengketa
Harga Batu Bara Berjaya di Tengah Sengketa

Harga masih belum enggan turun. Terakhir, harga kontrak futures batu bara termal Newcastle masih betah duduk pada rentang level tertingginya sejak Maret.

Meski sempat terkoreksi tipis pada perdagangan kemarin (1/12/2020).

Tercatat, harga kontrak futures batu bara Newcastle ditutup turun 0,21% ke US$ 69,8/ton.

Di sepanjang bulan November harga komoditas unggulan Indonesia dan Australia ini telah melesat 18,06%.

Perbaikan fundamental dari sisi permintaan yang meningkat dari pasar utama seperti India yang dibarengi dengan pemangkasan produksi oleh negara penghasil membuat harga batu bara terdongkrak.

Di sisi lain harga batu bara domestik China juga belum mau turun.

Pekan lalu harga batu bara acuan China Qinhuangdao 5.500 Kcal/Kg dipatok di RMB 620/ton atau setara dengan US$ 94,56/ton.

Harga batu bara domestik China ini bahkan lebih tinggi dari batas atas rentang harga informal yang dipatok oleh pemerintah China yang disebut dengan zona hijau.

Meskipun ketatnya pasokan di China belum bisa diatasi, Negeri Panda lebih memilih untuk tidak mengimpor batu bara dari Australia. 

Berdasarkan laporan data Reuters, saat ini ada sekitar 6 juta metrik ton batu bara Australia yang terdampar di kapal yang tidak dapat mengirimkan kargo mereka ke pelabuhan China.

China dan Indonesia telah melaporkan kesepakatan untuk meningkatkan impor China atas batu bara Indonesia.

Ini bukan kabar baik bagi industri batu bara Australia, yang mengharapkan pembalikan dari larangan impor batu bara Australia saat ini.

Baca Juga: Gasifikasi Batu Bara Jadi Proyek Strategis Nasional

Walaupun batu bara termal Indonesia secara teoritis dapat menggantikan batu bara termal Australia.

Masih belum jelas bagaimana rencana Tiongkok untuk menggantikan batu bara metalurgi Australia secara ekonomis, karena Indonesia bukanlah produsen batu bara metalurgi yang signifikan.

Saat ini, China membayar dengan harga mahal (premium) untuk batu bara metalurgi AS, Kanada dan Rusia guna menghindari impor batu bara metalurgi Australia.

1 COMMENT

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article