Harga Batu Bara Berfluktuasi Ringan

Harga Batu Bara Berfluktuasi Ringan

Harga Batu Bara Berfluktuasi Ringan
Harga Batu Bara Berfluktuasi Ringan

Gejolak-gejolak ringan dialami harga batu bara yang sedang cerah beberapa minggu ini. Pencapaian kenaikan harga batu bara tampak sudah mentok.

Kini harga batu legam tersebut mulai berbalik arah. Batu bara seperti kehabisan tenaga untuk menguat lagi, meskipun kemungkinan untuk kembali naik masih terbuka lebar. 

Tercatat pada penutupan perdagangan kemarin (21/10/2020), harga batu bara termal Newcastle untuk kontrak teraktif yang diperdagangkan melemah 0,95% ke US$ 57,15/ton. Sudah dua hari ini harga batu bara ditutup dengan koreksi. 

Di bulan Oktober, harga batu bara sempat anjlok signifikan 6,51% dalam sehari.

Itu terjadi setelah beredar rumor di pasar China bakal memboikot batu bara termal dan metalurgi asal Australia.

Namun desas-desus yang beredar tersebut belum mendapat klarifikasi resmi dari pihak China.

Reuters melaporkan produsen batu bara BHP melaporkan bahwa kargo batu bara mereka harus dialihkan ke pasar alternatif.

Di saat yang sama ketatnya pasokan batu bara domestik Negeri Tirai Bambu membuat harga batu bara lokalnya menjadi naik tajam.

Harga batubara domestik China melanjutkan momentum kenaikannya minggu lalu.

Harga patokan Qinhuangdao 5500 kcal FOB NAR naik 1,3% dan dipatok di RMB 620/ton pada hari Jumat pekan lalu.

Baca Juga: China Bikin Harga Batu Bara Balik Arah

Harga sekarang sudah jauh melampaui batas atas ‘zona hijau’ di rentang RMB 500 – RMB 570 per ton.

Zona hijau merupakan sasaran harga informal yang ditetapkan oleh pihak berwenang yang bertujuan untuk memastikan profitabilitas produsen batu bara domestik serta menjaga margin produsen listrik.