Harga Batu Bara Belum Bersemangat

Harga Batu Bara Belum Bersemangat

Harga-Batu-Bara-Belum-Bersemangat
Harga Batu Bara Belum Bersemangat

Penjualan batu bara belum menunjukkan sisi positif penuh gairah.

Akhir pekan kemarin, Jumat (10/7/2020), harga batu bara ditutup merosot.

Tren pelemahan harga batu bara sepertinya masih akan berlanjut. Ditambah sentimen dan fundamental penopangnya belum mendukung.

Harga batu bara acuan Newcastle untuk kontrak yang ramai diperjualbelikan ditutup ambles 1,01% ke US$ 54/ton.

Jika melihat tren yang terjadi sejak bulan Mei, harga batu bara berpotensi turun ke US$ 52/ton.

Dari sisi sentimen, terus melonjaknya kasus infeksi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di berbagai belahan penjuru dunia.

Hal ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati atau bahkan menghindari risiko, meski kabar seputar vaksin dan obat antivirus yang positif terus bergaung.

Data kompilasi John Hopkins University CSSE menunjukkan sudah ada 12,87 juta orang di dunia yang terjangkit Covid-19.

Lebih dari 568 ribu orang terenggut nyawanya karena tak kuasa menahan sakit yang diderita akibat infeksi virus ganas itu.

Dari sisi fundamental, permintaan terhadap batu bara global memang mengalami tekanan saat pandemi.

Baca Juga: Sejumlah Emiten Batu Bara Masih Pasang Target Optimistis

Kebutuhan untuk industri dan listrik sektor komersial dan industrial pun menurun seiring dengan diterapkannya pembatasan mobilitas publik yang disebut lockdown terutama di negara-negara konsumen terbesar seperti India dan China.