Harga Batu Bara Acuan 2020 Diprediksi akan Fluktuatif

Harga Batu Bara Acuan 2020 Diprediksi akan Fluktuatif

Harga-Batu-Bara-Acuan-2020-Diprediksi-akan-Fluktuatif
Harga Batu Bara Acuan 2020 Diprediksi akan Fluktuatif

Harga Batu bara Acuan (HBA) diperkirakan akan terus tertekan sepanjang tahun ini akibat pandemi Virus Corona (Covid-19).

Untuk diketahui, HBA di bulan April kembali menurun menjadi US$65,77 per ton.

HBA di Januari 2020 US$65,93 per ton turun dari Desember 2019 sebesar US$66,30 per ton.

HBA mengalami fluktuasi, naik di Februari US$66,89 per ton dan Maret mencapai US$67,08 per ton.

Ketua Indonesian Mining Institute (IMI) Irwandy Arif mengatakan harga batu bara di bulan April yang sebesar US$65,77 per ton.

Turun dari bulan sebelumnya yang mencapai US$67,08 per ton ini masih dalam batas toleransi penurunannya.

Dia memproyeksikan harga terendah batu bara di sepanjang tahun ini dapat mencapai US$60 per ton.

“Dengan catatan Covid-19 tidak meluas dan mulai mereda. Kalau Covid ini masih meluas dalam 2 bulan ini maka produksi batubara diperkirakan akan terganggu,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (6/4/2020).

Dia menilai akan ada kemungkinan permintaan batu bara global dunia akan berkurang sekitar 60 juta ton di tahun 2020 termasuk China, India, AS, Eropa.

Saat ini, Australia memberhentikan produksi batu bara selama satu bulan. Beberapa negara yang melakukan lock down seperti India mengimpor batu bara dari Indonesia.

Baca Juga: Harga Batu Bara Turun Tipis

“Pengaruh ke harga pasti akan terjadi, bisa naik bisa turun tergantung supply-demand,” katanya.

Indonesia sendiri, lanjutnya, sangat tergantung dari permintaan Asia sehingga HBA akan terpengaruh dan ada kecenderungan menurun namun belum menurun secara tajam.

“Contohnya harga batu bara kalori 4000-4200kcal/kg dari US$33 per ton hingga US$34 per ton menjadi US$31 per ton hingga US$31,5 per ton,” tutur Irwandy.