Hadiah bagi Perusahaan yang Terapkan Hilirisasi

Hadiah bagi Perusahaan yang Terapkan Hilirisasi

Hadiah bagi Perusahaan yang Terapkan Hilirisasi
Hadiah bagi Perusahaan yang Terapkan Hilirisasi

Demi pacu gairah hilirisasi pada industri pertambangan. Pemerintah menyiapkan hadiah bagi perusahaan batu bara yang sukses dan memiliki komitmen yang tinggi dalam menerapkan hilirisasi.

Pemerintah melalui Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sujatmiko mengatakan pemerintah akan mempersiapkan reward berupa insentif, baik fiskal maupun non fiskal.

Ia bilang untuk nonfiskal, pemerintah memberikan perpanjangan izin bagi pemegang izin usaha pertambangan (IUP) maupun IUP khusus (IUPK) sesuai dengan usia cadangan yang dimiliki di lapangan tambangnya.

“Nonfiskal misalnya kalau pemegang IUP batu bara mambangun hilirisasi maka izin tambangnya bisa diperpanjang sampai sesuai umur cadangannya. Artinya berapa dia mampu mensuplai pabrik hilirisasinya, itulah izin yang usaha pertambangan yang diberikan,” kata Sujatmiko dalam peluncuran laporan seri studi peta jalan transisi energi Indonesia.

Sementara untuk fiskal, insentif yang diberikan berupa pembebasan royalti.

Hal ini diatur dalam UU Cipta Kerja yang mengubah pasal 128A ayat 2 dalam UU Minerba sehingga berbunyi;

‘Pemberian perlakuan tertentu terhadap kewajiban penerimaan negara untuk kegiatan peningkatan nilai tambah batu bara dapat berupa pengenaan royalti sebesar nol persen’.

Dirinya mengatakan hilirisasi saat ini masih membutuhkan investasi yang tinggi, terutama dalam hal penyediaan teknologi.

Sehingga, lanjut Sujatmiko, perlu diberikan insentif untuk membuat keekonomiannya masuk dan diterima oleh pasar.

Baca Juga: Asal Mula dan Penemu Biodiesel

“Yang fiskal royalti bisa sampai nol persen hingga meningkatkan keekonomian,” tutur dia.

 Lebih lanjut, dirinya menambahakn hilirisasi diperlukan agar pemanfaatan batu bara tetap bisa memberikan nilai tambah di tengah transisi energi ke yang lebih bersih.

“Selama kita bisa kembangkan dan mengolah jadi energi yang memenuhi aspek sustainable development clean and green, why not?” jelas Sujatmiko.