Gunung Emas Wabu Akan Digarap Antam

Gunung Emas Wabu Akan Digarap Antam

Gunung Emas Wabu Akan Digarap Antam
Gunung Emas Wabu Akan Digarap Antam

PT. Aneka Tambang Tbk (ANTM) disebut bakal mengelola tambang emas di Papua yakni Blok Wabu, yang merupakan bekas lahan tambang PT. Freeport Indonesia di Papua.

Blok Wabu dikembalikan PT. Freeport Indonesia kepada pemerintah pusat pada awal Juli 2015 lalu sebagai bagian dari kesepakatan dalam amandemen kontrak karya di mana saat itu Freeport membutuhkan kepastian perpanjangan operasi tambang yang akan berakhir pada 2021.

Dalam salah satu poin renegosiasi kontrak yaitu pemerintah pusat meminta Freeport Indonesia untuk menciutkan luas wilayah operasi tambangnya.

Pada saat itu luas wilayah tambang Freeport mencapai 212.950 hektar, sedangkan berdasarkan Undang-Undang No. 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara.

Luas wilayah pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi mineral maksimal sebesar 25.000 hektar. Artinya, luas lahan operasi tambang Freeport pun harus diciutkan.

Akhirnya, pada awal Juli 2015 Freeport secara resmi mengembalikan sebagian wilayah operasi tambangnya kepada pemerintah Indonesia menjadi 90.360 hektar.

Meski masih di atas batas maksimal luas wilayah pertambangan yang diatur pemerintah. Namun, selebihnya itu disebut hanya sebagai wilayah penunjang operasi tambang.

Luas Blok Wabu mencapai 10.700 hektar dan potensi sebesar 4,3 juta ton bijih emas berkadar emas (Au) 2,47 gram per ton.

Baca Juga: Kepedulian Sosial Petrosea

Potensi cadangan emas dari Blok Wabu, Papua ini bernilai hingga US$ 14 miliar atau sekitar Rp. 207,2 triliun (asumsi kurs Rp. 14.800 per US$).

Bila margin tambang emas mencapai 30%, artinya Antam bisa memperoleh keuntungan hingga Rp. 62,16 triliun selama mengelola tambang emas di Papua ini.