Gugatan Nikel, Kadin: Perlu Justifikasi Soal Alasan Pelarangan Ekspor

Gugatan Nikel
Gugatan Nikel, Kadin Perlu Justifikasi Soal Alasan Pelarangan Ekspor

Uni Eropa (EU) mengajukan gugatan nikel terhadap Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) soal pelarangan ekspor nikel.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta untuk segera mempersiapkan jawaban atas gugatan tersebut. “Ya hadapi. Siapkan pengacara terbaik sehingga bisa menangkan gugatan itu,” ujar Jokowi, pekan lalu.

Jokowi bilang jangan sampai karena digugat membuat Indonesia justru mundur. Oleh karena itu perlu dipersiapkan agar tidak hanya melawan balik, tetapi juga dapat memenangkan perkara tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani ketika dihubungi Kontan.co.id bilang mekanisme pelarangan ekspor impor sejatinya diperbolehkan melalui berbagai mekanisme seperti tarif, kuota, perijinan, pajak dan standar.

Baca juga artikel lain Gugatan Nikel: Pertamina EP-Cepu Bidik Laba Bersih US $852 Juta di Tahun 2020

Shinta melanjutkan, Indonesia bisa menerapkan restriksi permanen dengan alasan keamanan nasional seperti yang dilakukan Amerika Serikat saat ini terhadap produk besi-baja. Kendati demikian, ia menjelaskan, secara tradisional alasan keamanan lebih dimaksudkan untuk mengontrol perdagangan senjata.

Shinta menilai, ada sejumlah persiapan yang harus dilakukan antara lain, melihat hasil konsultasi bilateral termasuk pasal-pasal yang dikeluhkan oleh EU. Untuk itu, perlu disiapkan argumentasi yang tepat. “Bisa juga mempelajari kasus serupa yang terjadi di WTO karena ini sudah sering terjadi,” kata Shinta.

Disisi lain, Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP) berpandangan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah sebenarnya sudah tepat.

Bisman melanjutkan, saat ini bijih nikel yang diolah menjadi feronikel nilainya jauh lebih besar, yaitu naik hingga 10 kali lipat. Nilai nikel kian melambung tinggi sampai 19 kali lipat apabila feronikel diolah, misalnya menjadi stainless steel. Begitu pula bijih bauksit yang diolah dan dimurnikan menjadi alumina, akan bernilai delapan kali lipat.