Gokil! Harga Batu Bara Pekan Ini Melesat sampai 6%

Must read

Gokil! Harga Batu Bara Pekan Ini Melesat sampai 6%

Gokil! Harga Batu Bara Pekan Ini Melesat sampai 6%

Sepanjang pekan II Januari 2021, harga batu bara acuan di pasar ICE Newcastle (Australia) melesat sampai 6% ke level US$ 89,75 per ton secara point-to-point sehingga mengakibatkan harga batu bara menguat tajam. Bahkan, kini harga si batu hitam ini sudah hampir mendekati level US$ 90 per ton.

Kenaikan harga batu bara dipicu oleh ketatnya pasokan batu bara di China yang membuat harganya melonjak pada Februari 2021 nanti.

Kebutuhan akan listrik yang tinggi untuk penghangat ruangan di China, baik di segmen rumah tangga hingga kebutuhan industri, tidak mampu dicukupi oleh pasokan batu bara domestik.

Dengan begitu, pemerintah China membatasi pasokan listriknya dengan melakukan pemadaman di berbagai wilayah dan meminta masyarakat untuk menghemat listrik. Setelah melakukan upaya tersebut, pasokan batu bara domestik China tetap tidak bisa memenuhi kebutuhan listriknya

Dengan begitu, China pun akhirnya melonggarkan kebijakan impor batu bara karena permintaan yang tinggi.

Karena hubungan yang retak dengan Australia, China memilih mengimpor lebih banyak batu bara termal asal Indonesia dan memboikot batu bara yang diekspor dari Australia.

Kebijakan China Ini jelas menjadi sentimen positif bagi emiten batu bara nasional.

China diperkirakan akan membeli batu bara Indonesia senilai US$ 1,47 miliar atau sekitar Rp 20,6 triliun (asumsi kurs Rp 14.100 per US$) pada 2021.

Baca Juga: Harga Batu Bara Naik Jadi US$ 80/ton

Hal tersebut berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) antara Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) dengan China Coal Transportation and Distribution yang ditandatangani pada 25 November 2020 lalu.

Kini Indonesia menjadi pemasok batu bara China dan Australia mengambil alih pasar India.

China dan India merupakan dua negara dengan konsumsi batu bara terbesar di dunia.

Impor China dari Indonesia melonjak menjadi 12,19 juta ton pada Desember, melampaui rekor sebelumnya 10,47 juta pada April 2019 dan naik hampir tiga kali lipat dari 4,3 juta yang tercatat pada November.

Impor India dari Australia mencapai 6,24 juta ton pada Desember, naik dari 5,06 juta pada November dan 5,48 juta pada Oktober, dan mengalahkan rekor tertinggi sebelumnya sebesar 4,81 juta dari Desember 2019.

Sedangkan, Impor India dari Indonesia mencapai 5,65 juta ton pada bulan Desember, di bawah volume dari Australia, dan turun dari 5,82 juta pada bulan November dan 6,75 juta pada bulan Oktober.

1 COMMENT

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article