Gokil! Harga Batu Bara Pecah Rekor Jadi US$112/ton

Must read

Pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa (25/5/2021) harga batu bara kontrak futures (berjangka) termal ICE Newcastle naik 1% dan tembus di level  US$ 112,25/ton. Ini merupakan rekor tertinggi baru harga batu bara sepanjang tahun 2021.

Bahkan, setelah beberapa kali melampaui US$ 100/ton, harga batu legam belum menunjukkan tanda-tanda penurunan dan malah terus lanjut reli. Secara year to date (ytd), harga batu bara memang sudah udah naik hampir 36%. 

Adapun pasar global sedang ditopang oleh kuatnya permintaan di Asia. Meski demikian, tampaknya kenaikan harga  ini tak mencerminkan sepenuhnya tingginya kenaikan kasus pandemi Covid-19 di sejumlah negara seperti India, Taiwan, Singapura dan Malaysia.

Seolah remnya blong, harga batu bara terus melesat. Terdapat kecenderungan jika para pelaku pasar terutama big money seperti hedge fund masuk ke bursa berjangka dan mengambil posisi long untuk beberapa komoditas seperti batu bara.

Untuk tesis investasi yang mereka pegang adalah kenaikan inflasi yang tinggi. Inflasi merupakan salah satu fenomena yang umum dalam perekonomian. Ketika harga-harga naik berarti daya beli (purchasing power) suatu mata uang turun.

Tren depresiasi dolar AS di tengah kebijakan moneter ultra longgar dan fiskal countercyclical cenderung mendepresiasi nilai mata uang negara tersebut. Banyak yang mulai lari mencari perlindungan (hedging) dengan membeli aset-aset yang suplainya tidak bisa dikendalikan sesuka hati oleh otoritas layaknya mata uang fiat.

Selain itu, sentimen boom komoditas juga ikut menjadi pendorong tingginya harga bahan mentah yang banyak digunakan sebagai input perekonomian mulai dari minyak mentah, batu bara hingga logam dasar yang aplikasinya banyak untuk konstruksi hingga industri elektronik.

Kemudian di sisi lain, para pelaku pasar turut memanfaatkan peluang ketatnya pasokan batu bara China yang membuat harga domestiknya meroket.  Di Minggu lalu harga batu bara termal acuan China Qinhuangdao 5.500 Kcal/kg naik lagi dan semakin dekati RMB 1.000/ton.

Baca Juga : Kinerja Petrosea Moncer saat Pandemi Melanda

Kenaikan permintaan yang melampaui kapasitas produksi domestik merupakan salah satu faktor utama yang membuat harga batu bara di Negeri Panda melejit.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article