Harga Minyak Naik di Tengah Second Wave

Harga Minyak Naik di Tengah Second Wave

Harga-Minyak-Naik-di-Tengah-Second-Wave
Harga Minyak Naik di Tengah Second Wave

Saat dunia sedang berada dalam bayang-bayang kecemasan risiko gelombang serangan kedua  virus corona. Harga minyak dunia justru mengalami lonjakan pada perdagangan sesi awal pekan ini. 

Sepanjang pekan ini, harga minyak jenis brent melesat 7,81%. Harga light sweet lebih edan lagi, meroket sampai 9,62%.

Padahal dunia sedang dibuat cemas oleh risiko second wave outbreak virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Kecemasan ini masuk akal, karena kasus corona di sejumlah negara mengalami kenaikan.

Misalnya di Amerika Serikat (AS). Per 19 Juni, jumlah pasien positif corona di Negeri Adidaya adalah 2.178.710 orang. Bertambah 23.138 orang (1,07%) dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Selama tiga hari beruntun, jumlah kasus corona di AS selalu bertambah di atas 20.000. Dari sisi persentase, lajunya naik di atas 1%.

Situasi di Jerman juga layak diperhatikan. Per 19 Juni, jumlah pasien positif corona tercatat 188.534 orang. Bertambah 770 orang (0,41%) dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi kenaikan harian tertinggi sejak 20 Mei.

Baca Juga: 5 Pertimbangan Sebelum Membeli Emas

Pelaku pasar mengkhawatirkan bahwa kasus corona yang mengalami lonjakan bisa membuat pemerintah di berbagai negara kembali mengetatkan pembatasan sosial (social distancing) bahkan mungkin memberlakukan karantina wilayah (lockdown).