Geliat Saham Pertambangan

Geliat Saham Pertambangan

Geliat-Saham-Pertambangan
Geliat Saham Pertambangan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan taringnya pada perdagangan pekan lalu setelah terperosok dalam sepanjang perdagangan Maret. IHSG anjlok sejak wabah virus corona dinyatakan masuk RI.

Indeks mencatatkan kenaikan sebesar 1,71 persen sepanjang perdagangan minggu lalu. Meski tak signifikan, namun menghijaunya IHSG menjadi sinyal positif mengingat indeks tergelincir sebesar 18 persen sepanjang perdagangan Maret 2020.

Bahkan, sejak membuka perdagangan pada 2020, indeks melorot hingga 26,42 persen ke level 4.623. Meski menyambut positif kinerja baik pasar saham dalam negeri.

Namun Pendiri LBP Institute Lucky Bayu Purnomo menyatakan tren IHSG minggu ini masih volatil atau tak stabil.

Pasalnya, belum ada katalis yang mampu mengangkat indeks di tengah memburuknya pandemik wabah virus corona. 

“Di saat pandemik ini terlihat adanya tindakan pembatasan transaksi, selisih pergerakan sangat besar,” terang Lucky.

Lucky mengungkap, para investor masih akan main aman dan mengurangi belanja saham di tengah ketidakpastian saat ini. Katanya, tren ini tercermin dari catatan volume saham yang terus merosot.

Baca Juga: Produksi Nikel Terancam Tergerus

Rendahnya minat investor terlihat pada volume perdagangan minggu lalu yang hanya berkisar di angka 9 miliar saham atau anjlok 47,82 persen jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu, awal April 2019 yang bertengger di kisaran 17,25 miliar saham.

Terlebih, tutur pendiri LBP, pelemahan juga menyerang saham-saham utama Wall Street yang kerap menjadi acuan para investor dalam negeri.

Pada penutupan Jumat (3/4), saham Dow Jones memerah sebesar 1,69 persen ke posisi 21.052, indeks S&P 500 melandai 1,51 persen ke posisi 2.488, dan Nasdaq Composite pun tertekan 1,53 persen ke level 7.373.