Gasifikasi Batu Bara Capai 13 Juta Ton

Must read

Pemerintah Bidik Gasifikasi Batu Bara Capai 13 Juta Ton

Pemerintah Bidik Gasifikasi Batu Bara Capai 13 Juta Ton
Pemerintah Bidik Gasifikasi Batu Bara Capai 13 Juta Ton

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) per Desember 2019, Indonesia memiliki sumber daya batu bara mencapai 149,01 miliar ton dan cadangan 37,45 miliar ton.

Bila produksi nasional rata-rata sekitar 550 juta ton per tahun, maka artinya cadangan batu bara Indonesia masih bisa dieksploitasi hingga 68 tahun ke depan.

Saat ini pemerintah menargetkan penyerapan batu bara untuk kegiatan hilirisasi seperti gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) mencapai 13 juta ton pada 2024. 

Target hilirisasi batu bara pada tahun 2024 sebesar kurang lebih 13 juta ton kapasitas input dengan nilai ekspor Dimethyl Ether sebesar hampir 600 juta dolar per tahun.

Hasil pertambangan yang diekspor meliputi gasifikasi batu bara, coke making, coal upgrading dan briket batu bara. 

Pemerintah terus mendorong industri batu bara untuk bertransformasi dari hanya menjual komoditas mentah (raw coal) yang biasa digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menjadi bernilai tambah bagi industri. 

Potensi batu bara yang dominan adalah yang kalori rendah. Jenis batu bara ini akan bernilai ekonomis apabila dilakukan akselerasi program hilirisasi. 

Dari cadangan tersebut, sebanyak 90% merupakan batu bara berkalori sedang dan rendah, sehingga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan hilirisasi batu bara, seperti gasifikasi, mengubah batu bara menjadi methanol atau dimtehyl ether (DME).

Adapun rinciannya yaitu batu bara berkalori sedang sebesar 58,56%, berkalori rendah 30,90%, kalori tinggi 7,13%, dan kalori sangat tinggi 3,41%.  

Baca Juga: Petrosa Optimistis Kinerja Pada 2021 Membaik

Dari cadangan 37,45 miliar ton tersebut, mayoritas terdapat di Kalimantan yakni mencapai 24,75 miliar ton dan Sumatera 12,69 miliar ton. 

Sementara dari sisi sumber daya yang mencapai 149,01 miliar ton, mayoritas juga terdapat di Kalimantan yakni mencapai 62,11% atau 92,55 miliar ton, lalu Sumatera 37,70% 56,24 miliar ton.

Sisanya berada di Jawa 0,06 miliar ton, Sulawesi 0,07 miliar ton, dan Maluku dan Papua masing-masing 0,01 miliar ton.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article