Gasifikasi Batu Bara Bisa Hemat Devisa Rp 14 T

Gasifikasi Batu Bara Bisa Hemat Devisa Rp 14 T

Gasifikasi Batu Bara Bisa Hemat Devisa Rp 14 T
Gasifikasi Batu Bara Bisa Hemat Devisa Rp 14 T

Pemerintah terus pastikan proyek hilirisasi tetap pada jalur yang telah direncanakan. Presiden Joko Widodo secara tegas telah menyampaikan pentingnya hilirisasi batu bara, sehingga memiliki nilai tambah sebelum dijual atau diekspor.

Salah satu bentuk hilirisasi batu bara yang akan didorong adalah gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME).

DME akan menjadi komoditas substitusi LPG, sehingga impor LPG pun bisa ditekan. Pada akhirnya, ini bisa menghemat devisa negara.

Septian Hario Seto, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, mengatakan proyek gasifikasi batu bara nantinya bisa menghemat devisa hingga setidaknya Rp 14 triliun.

Potensi penghematan devisa itu berasal dari dua proyek gasifikasi batu bara menjadi DME yang digarap perusahaan batu bara plat merah PT Bukit Asam (PTBA) Tanjung Enim, Sumatera Selatan dan Grup Bakrie di Batuta Coal Industrial Park (BCIP) di Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Baca Juga: Sepekan Harga Batu Bara Naik Tipis

Adapun potensi penghematan devisa dari proyek DME PTBA diperkirakan mencapai Rp 8,7 triliun dan Grup Bakrie sekitar Rp 5 triliun.

“Penghematan devisa dari proyek DME di Sumatera Selatan oleh PTBA bisa Rp 8,7 triliun, sementara di Batuta tergantung harga methanol, tapi estimasi di US$ 300-350 juta, sekitar Rp 5 triliun ya,” paparnya dalam wawancara bersama CNBC Indonesia, Selasa (27/10/2020).