Formasi Batu Pembawa Batu Bara

Formasi Batu Pembawa Batu Bara

Formasi Batu Pembawa Batu Bara
Formasi Batu Pembawa Batu Bara

Bagaimana batubara dapat ditemukan? Bagaimana identifikasi daerah yang mengandung batubara?

Secara sederhana batuan atau lapisan tanah yang memiliki potensi batubara memiliki ciri khas unik berupa formasi batu.

Formasi ini yang kemudian menjadi penanda awal adanya batubara.

Formasi batuan tersebut menjadi bahan identifikasi daerah yang di dalamnya terdapat lapisan batubara.

Keberadaan dan penyebaran awal formasi pembawa batubara dapat diketahui melalui kegiatan penyelidikan dan pemetaan geologi.

Formasi pembawa batubara  umumnya terdapat pada cekungan sedimen. 

Berdasarkan peta geologi regional Indonesia yang diterbitkan oleh Pusat Survei Geologi.

Jumlah Formasi Pembawa Batubara di seluruh Indonesia tercatat sebanyak ±106 dan merupakan bagian dari Formasi batuan yang tersebar hampir di seluruh pulau-pulau besar di Indonesia. 

Penyebaran terluas dan jumlah formasi pembawa batubara terbanyak berada pada cekungan cekungan sedimen di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. 

Formasi pembawa batubara yang banyak dikenal diantaranya adalah Formasi Muaraenim di cekungan Sumatra Selatan, Formasi Tanjung dan Formasi Warukin di cekungan Barito atau Formasi Balikpapan, Formasi Kampung Baru dan Formasi Pulau Balang di cekungan Kutai. 

Karakteristik formasi pembawa batubara di setiap cekungan berbeda beda tergantung pada kondisi geologi pada saat pembentukan batubara di cekungan tersebut.

Keberadaan formasi pembawa batubara menjadi petunjuk awal kemungkinan adanya potensi batubara di suatu wilayah.

Tetapi ini  belum menjamin bahwa batubara di wilayah tersebut layak untuk diusahakan.

Baca Juga: Antam Kejar Pemenuhan Nikel ke Smelter Domestik

Untuk membuktikan potensi batubara yang bernilai ekonomis dibutuhkan kegiatan eksplorasi yang dapat memberikan informasi detail penyebaran serta kualitas batubara di suatu daerah.