ESDM Setujui Penyelesaian Smelter PT AMNT di 2023

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyetujui penyelesaian target pembangunan fasilitas pemurnian mineral Smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) diundur menjadi 2023. 

Rencana pembangunan tersebut diundur akibat pandemi Covid-19, padahal target rencana awal pembangunan rampung di 2022.  

Rachmat Makkasau selaku Presiden Direktur AMNT mengatakan, pihaknya kini sedang melakukan penyesuaian rencana kerja seiring terbitnya persetujuan dari Kementerian ESDM. 

“Kami sedang menyesuaikan sesuai dengan jadwal kemunduran yang disetujui yaitu sampai 2023,” ujar Rachmat 

AMNT mengajukan perubahan rencana pembangunan pada April 2020 silam. Namun AMNT bukan satu-satu perusahaan yang mengajukan perubahan rencana smelter. Salah satu perusahaan yang turut mengajukan yakni PT Freeport Indonesia. 

Kala itu AMNT menyampaikan perubahan tenggat waktu penyelesaian smelter mundur 18 bulan. Sementara Freeport mengajukan penyesuaian target smelter hingga 12 bulan yang seharusnya rampung di 2023 menjadi di 2024.

Kementerian ESDM kemudian merespons permohonan perubahan rencana smelter yang diajukan perusahaan dengan menerbitkan Peraturan Menteri ESDM No. 17 Tahun 2020 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara. 

Peraturan tersebut menjelaskan terkait pengajuan perubahan disampaikan paling lambat 90 hari terhitung sejak beleid itu diundangkan pada 23 November 2020 kemarin.

Baca Juga : Pemerintah Tegaskan Tutup Ekspor Mineral Mentah Sampai 2023

Setelah rampung, Smelter AMNT diharapkan dapat memproses konsentrat tembaga baik dari tambang batu hijau, maupun suplai potensial dari tambang Elang yang saat ini dalam tahap eksplorasi, dan sumber pemasok konsentrat lainnya. 

Sedianya kapasitas smelter mencapai 2-2,6 juta ton konsentrat lantaran bekerja sama dengan Freeport Indonesia. Namun kerja sama itu kini sudah berakhir sehingga desain smelter yang digunakan kapasitas 1,3 juta ton.