ESDM Dorong Pertamina Kebut Gasifikasi Batu Bara

ESDM Dorong Pertamina Kebut Gasifikasi Batu Bara

ESDM Dorong Pertamina Kebut Gasifikasi Batu Bara
ESDM Dorong Pertamina Kebut Gasifikasi Batu Bara

Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mendorong PT. Pertamina (Persero) untuk segera menyelesaikan proyek gasifikasi batu bara bersama PT. Bukit Asam (Persero) atau PTBA guna mengurangi impor LPG Indonesia.

Gasifikasi batu bara adalah langkah strategis pemerintah yang pada dua perusahaan BUMN sebagai jalan  hilirisasi batu bara.

Kedepannya, proyek gasifikasi akan menghasilkan synthesis gas (syngas) hingga Dimethyl Eter (DME) yang akan digunakan sebagai barang komoditas substitusi Liquified Petroleum Gas (LPG/elpiji) rumah tangga.

Proyek gasifikasi batu bara telah  ditandatangani  Pertamina dan Bukit Asam sebagai bentuk kerjasama hilirisasi batu bara pada 20 Maret 2020.

“Pertamina dan Bukit Asam sedang melaksanakan suatu projek untuk menghasilkan substitusi LPG, Dimethyl Eter (DME). Ini dihasilkan dari pemrosesan batu bara berkalori rendah. Diharapkan ke depannya bisa masif dilakukan,” ujarnya

Melalui kerja sama ini, nantinya Bukit Asam akan mengolah batu bara kalori rendah menjadi methanol untuk dipasok ke Pertamina guna keperluan program Pertamina Gasoline A20.

Bukit Asam akan melakukan hilirisasi batu bara menjadi methanol di area wilayah tambangnya untuk kemudian menyuplai sebanyak 1 juta ton per tahun ke Pertamina.

Rencananya, produksi hilirisasi ini akan dimulai pada pertengahan hingga akhir 2024.

Sebelumnya, kedua perusahaan ini akan bersama-sama untuk melakukan kajian pengembangan proyek serta studi kelayakan (feasibility study).

Baca Juga: PT Indika Energy Tbk Mencatatkan Kinerja Positif

Hilirisasi batu bara menjadi ,ethanol ini, lanjut Arifin, juga akan mendukung program pemerintah untuk mengurangi impor gasoline atau bensin Premium.

“Ini juga mencerminkan bahwa ketahanan energi nasional bersumber dari bahan-bahan baku yang didapat di lokal,” tandasnya.