ESDM Berencana Beri Keringanan Royalti Batu Bara

Must read

ESDM Berencana Beri Keringanan Royalti Batu Bara

ESDM Berencana Beri Keringanan Royalti Batu Bara
ESDM Berencana Beri Keringanan Royalti Batu Bara

Pemerintah melalui Kementerian ESDM sedang merumuskan rencana beri keringanan royalti batu bara. Kebijakan tersebut ditujukkan untuk meringankan beban industri yang tengah menghadapi tekanan permintaan akibat pandemi virus corona.

Perumusan kebijakan sedang digodok antara Menteri ESDM dan Kementerian Keuangan. Dalam waktu dekat, pemerintah akan mengambil keputusan terkait usulan relaksasi tarif royalti tersebut.

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan kementerian terkait dan sedang dalam tahap pembahasan, ya mudah-mudahan bisa mengambil bisa diselesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujar Arifin dalam rapat dengan Komisi VII DPR, Senin (23/11).

Di saat yang sama, pemerintah juga terus mendorong hilirisasi batu bara. Dalam Undang-Undang Cipta Kerja, pemerintah memberikan royalti nol persen bagi perusahaan yang memberikan nilai tambah.

Misalnya, program penghiliran seperti dimetil eter (DME) diharapkan bisa menggantikan impor LPG (liquefied petroleum gas) yang selama ini membebani neraca perdagangan.

Di samping itu pembebasan royalti juga diperlukan karena hilirisasi butuh investasi yang besar. “Kalau pertumbuhan DME meningkat ini akan memberi konsumsi batu bara kalori rendah lebih besar lagi ke depan,” tuturnya.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menilai pemberian relaksasi diperlukan untuk membantu keuangan perusahaan.

Baca Juga: Primadona Baru Industri Batu Bara

“Kalau di-support, kami bisa lebih mengatasi beban profitabilitas keuangan karena harga sangat jatuh dan perusahaan harus membayar Harga Patokan Batu bara (HPB) yang mana lebih tinggi dari harga jual,” ujar Hendra dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

1 COMMENT

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article