ESDM Belum Putuskan Patokan Harga Batu Bara untuk PLN

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum memberikan keputusan terkait kelanjutan kebijakan harga batu bara Domestic Market Obligation (DMO) untuk PT PLN (Persero) yang akan berakhir Desember tahun ini.

Pada 2018 lalu, Kementerian ESDM menerbitkan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 1410 K/30/MEM/2018 yang menetapkan patokan harga batu bara untuk kelistrikan di dalam negeri sebesar maksimal USD 70 per ton. Aturan ini berlaku mulai 12 Maret 2018 hingga 31 Desember 2019.

Tujuannya agar PLN bisa membeli batu bara murah dengan harga maksimal USD 70 per ton, sehingga tarif listrik tak perlu naik.

Harga Batu Bara

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan kelanjutan patokan harga batu bara DMO.

“Nanti tunggu Pak Menteri (Arifin Tasrif), kalau kebijakan belum keluar saya kan enggak bisa ngomong. Kalau evaluasi itu hal biasa. Tapi keputusan finalnya belum, tunggu Bapaknya putuskan apa, saya kan enggak tahu,” kata dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (27/11).

Baca juga: Batu Bara Masih Akan Jadi “Nadi” Ekonomi RI

Bambang mengatakan, apapun keputusannya nanti, aturan tersebut sudah mempertimbangkan kepentingan pemerintah dan pengusaha tambang batu bara. Jadi, dia mengklaim tak bakal ada yang dirugikan.

“Jangan bilang maunya pengusaha harus ini. Pokoknya ini harus efektif bagi pengusaha dan pemerintah, sama sama bermanfaat,” ucap Bambang.

Sementara itu, para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menginginkan agar aturan ini tak diperpanjang. Menurut APBI, sebaiknya harga batubara DMO diserahkan pada mekanisme pasar saja supaya lebih adil.

Direktur Eksekutif APBI, Hendra Sinadia sebelumnya mengatakan patokan harga tersebut sama sekali tak menguntungkan pengusaha tambang. Sebab ketika harga batubara melambung tinggi, pengusaha hanya bisa menjual dengan harga USD 70 per ton ke PLN. Tapi saat harga batubara jatuh hingga di bawah USD 70 per ton seperti saat ini, PLN membeli dengan harga pasar.

“Jadi enggak pengaruh, kami sekarang (ketika harga batubara jatuh) enggak bisa jual USD 70 per ton ke PLN,” ucapnya.