Erick Thohir Pepet AS Demi Amankan Industri Batubara

Erick Thohir Pepet AS Demi Amankan Industri Batubara

 Erick Thohir Pepet AS Demi Amankan Industri Batubara
Erick Thohir Pepet AS Demi Amankan Industri Batubara

Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang berupaya menarik investasi asing untuk masuk ke Indonesia, terutama Amerika Serikat.

Menteri BUMN Erick Thohir saat ini tengah melakukan diplomasi kerja sama dengan Amerika Serikat untuk keperluan pengadaan energi.

Pemerintah melakukan negosiasi kerja sama antara perusahaan plat merah, tambang batu bara PT. Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan Air Products & Chemicals Inc, perusahaan berbasis di Amerika Serikat.

Hal ini dilakukan untuk menekan impor LPG yang seiring dilakukan Indonesia.

Sebagai informasi, PTBA menggandeng Air Products untuk mengembangkan proyek hilirisasi batu bara di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Rencananya, PTBA menggarap proyek gasifikasi batu bara dengan produk Dimethyl Ether (DME) yang diyakini bisa mengurangi impor LPG di masa mendatang.

“Agar impor LPG bisa ditekan dengan pabrik ini. Jadi di antaranya BUMN dengan partnership bisa produksi 1,2 juta kebutuhan LPG untuk dikurangi,” ujar Erick.

Dia melanjutkan total investasi untuk pengembangan gasifikasi ini mencapai USD3,2 miliar, di mana Air Products bertindak sebagai investor di bisnis hulu dan hilir.

“Hal-hal lain yang dilakukan adalah batubara gasification dengan perusahaan Amerika Serikat. Investasinya hampir US$3 miliar lebih, dan akan dijalankan dan diselesaikan di tahun 2023-2024,” imbuhnya.

Baca Juga: AS dan China Berebut Rare Earth dari Bangka Belitung

Dia pun menambahkan dalam waktu dekat ini akan terbang ke Korea Selatan untuk menjamin kesepakatan partnership dengan negeri gingseng.

“Penjajakan ini Alhamdulillah sudah dapatkan hasil, salah satunya berpartner dengan China. Dan beberapa minggu ini kita akan terbang ke Korea Selatan untuk memastikan partnership berjalan,” tandasnya.