Erick Thohir Ingin BUMN Banyak Melantai di Bursa Global

Menteri BUMN Erick Thohir mendorong lebih banyak perusahaan pelat merah tidak hanya mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Global Indonesia, melainkan juga di bursa saham luar negeri atau dual listing. Hal ini juga sejalan dengan keinginan dari pelaku pasar lebih banyak perusahaan BUMN menghimpun pendanaan dari pasar modal. Namun, kata Erick, IPO perusahaan BUMN adalah kebijakan strategis, dan ia akan meminta persetujuan Presiden Jokowi terlebih dahulu.

“Kalau saya berpikir tidak hanya di Indonesia, kalau kita bisa dual listing di London, why not? Visinya tetap satu dari beliau [Presiden Jokowi], saya tidak bisa membuat hal tanpa persetujuan beliau, kebijakan ini pun semua beliau tahu karena memang kan kita pembantu presiden,” kata Erick Thohir di Kementerian BUMN, Jakarta.

Baca juga artikel terkait Erick Thohir Ingin BUMN Banyak Melantai di Bursa Global: 3 Blok Panas Bumi Indonesia Siap Untuk Dilelang

Berikut beberapa emiten yang telah melakukan dual listing yakni PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang juga listing di New York Stock Exchange (NYSE) dan London Stock Exchange (LSE) sejak 1995. PT Indosat Tbk (ISAT) listing di NYSE sejak 1994, kendati sudah delisting pada pertengahan 2013.

Adapun PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga tercatat di Australian Stock Exchange (ASX). Di Bursa ASX ini, saham Antam diperdagangkan dalam bentuk Chess Depository Interests (CDI) di mana satu CDI mewakili 5 saham. PT Timah Tbk (TINS) juga sempat tercatat di London Stock Exchange (LSE) meskipun menghapus pencatatan sahamnya (delisting) dari pada 12 Oktober 2006.