Energi dan Tambang Moncer di Bursa Eropa

Energi dan Tambang Moncer di Bursa Eropa

Energi dan Tambang Moncer di Bursa Eropa
Energi dan Tambang Moncer di Bursa Eropa

Bursa saham benua biru Eropa ditutup menghijau saat penutupan sesi perdagangan Rabu (5/8/2020).

Penguatan saham Eropa didorong oleh cerahnya kinerja sektor tambang dan energi.

Kenaikan indeks saham juga turut ditopang oleh aktivitas bisnis di zona Eropa yang mengalami perkembangan yang lebih cepat pada Juli 2020.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,49 persen atau 1,77 poin ke level 365,16. 

Sementara itu, Puchasing Managers’ Index (PMI) komposit Eropa naik menjadi 54,9 yang menjadi level tertinggi dalam kurun waktu dua tahun.

Pesanan komoditas perdagangan eropa juga mampu mencatatkan peningkatan untuk pertama kalinya semejak lima bulan pandemi Covid-19 berlangsung.

Sektor tambang melonjak 4 persen karena sebagian besar harga logam naik.

Sektor energi menguat karena minyak melonjak ke level tertinggi dalam lima bulan terakhir setelah data industri AS mengungkapkan penurunan stok.

Pada saat bersamaan, investor juga memantau perkembangan pembahasan paket stimulus pemulihan ekonomi di AS yang menunjukkan kemajuan berarti.

Kinerja emiten sedang fokus untuk mempertahankan kinerja positif pada pasar keuangan.

Pada sisi lain kinerja perusahaan ritel Royal Ahold Delhaize NV mampu finish pada posisi baik dengan mecatatkan penguatan 5,3 persen.

Hal tersebut terjadi setelah operator supermarket tersebut menaikkan proyeksi pendapatan tahun 2020 menyusul gelombang pasar e-commerce.

Di sisi lain, kinerja saham otomotif, belum menunjukkan sinyal positif. Saham BMW AG turun 3,5 persen setelah melaporkan kerugian pada kuartal pertama sejak 2009.

Baca Juga: Freeport Akan Lakukan Investasi Hingga 2041

Sementara bisnis keuangan masih fluktuatif menyusul kenaikan ketentuan pinjaman.

Pemulihan bursa saham Eropa belum dapat momentum pada bulan Agustus karena investor tetap memperhatikan kinerja perusahaan dan data ekonomi untuk mengukur dampak pandemi terhadap perekonomian global.