Emiten Terdampak Covid-19 & Jakarta Mulai PSBB

Emiten Terdampak Covid-19 & Jakarta Mulai PSBB

Emiten-Terdampak-Covid-19-&-Jakarta-Mulai-PSBB
Emiten Terdampak Covid-19 & Jakarta Mulai PSBB

Kinerja bursa saham domestik kemarin kembali terkoreksi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (8/4/2020) ditutup melemah 3,16% dan finis di level 4.626,69 poin.

Nilai transaksi sepanjang hari ini sebesar Rp 6,08 triliun, dengan investor asing melakukan aksi jual bersih Rp 354,7 miliar.

Investor tampaknya masih bimbang untuk masuk lebih dalam ke pasar saham mengingat perkembangan wabah covid-19 masih menjadi ancaman bagi ekonomi Indonesia.

Hal ini dikhawatirkan akan mempengaruhi kinerja perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Kembali Anjlok

Terdapat beberapa kabar dari emiten yang mewarnai perdagangan saham kemarin. Mari simak kabar tersebut sebelum memulai perdagangan hari ini. 

Indika Energy Siap Buyback Rp. 300 M

Induk usaha perusahaan batu bara Kideco Jaya Agung dan Petrosea yakni PT. Indika Energy Tbk (INDY). Berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham perseroan di pasar sekunder di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Manajemen perseroan, dalam keterbukaan informasi di BEI, Rabu (8/4/2020) mengungkapkan pembelian kembali saham INDY akan dilaksanakan dalam periode 3 bulan yakni 9 April 2020 sampai dengan 8 Juli 2020.

Pembelian kembali atas saham akan dilakukan oleh perseroan, dengan jumlah sebanyak-banyaknya US$ 20 juta atau setara dengan Rp. 300 miliar dengan asumsi nilai tukar dolar Amerika Serikat ke rupiah adalah Rp 15.000/US$.

Dampak virus corona (Covid-19) mulai memakan ‘korban’ di industri peritel di Tanah Air. Apa yang dikhawatirkan pelaku pasar akhirnya terjadi setelah PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah situasi ekonomi yang sulit ini.

Sebanyak 87 karyawan tetap Ramayana di Ramayana City Plaza Depok, Jawa Barat, terkena PHK.

Kabar PHK itu awalnya berembus dari sebuah video yang viral dari akun Twitter @wawat_kurniawan.

Video yang juga diperoleh CNBC Indonesia itu berisikan sejumlah karyawan yang berseragam merah muda-abu saling berpelukan dan menangis.