Emiten Tambang Terbangkan IHSG

Emiten Tambang Terbangkan IHSG

Emiten Tambang Terbangkan IHSG
Emiten Tambang Terbangkan IHSG

Kinerja emiten pertambangan menghijaukan lantai bursa.

Saham emiten pertambangan memenuhi jejeran saham dengan kenaikan paling signifikan atau top gainers perdagangan Senin (9/11/2020).

Dalam catatan data Bloomberg, saham PT. Central Omega Resources Tbk. (DKTF) memimpin penguatan dengan melaju sebesar 20,51 persen menjadi Rp188 per saham pada akhir perdagangan Senin (9/11/2020).

Pada posisi berikutnya saham PT. Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang naik 10,22 persen menjadi Rp1.240 dan saham PT. Timah Tbk. (TINS) tumbuh 8,77 persen menjadi Rp167 per saham.

Pada posisi juara harapan satu ditempati saham emiten properti PT. Alam Sutera Realty Tbk. yang naik 8,44 persen menjadi Rp. 167 per saham diikuti saham PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. yang terapresiasi 6,61 persen menjadi Rp. 258 per saham.

Adapun, penguatan saham-saham emiten tambang menyusul uforia kemenangan Joe Biden dalam Pemilihan Presiden AS.

Analis Henan Putihrai Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengungkapkan beberapa hal yang cukup menjadi perhatian dari rencana pemerintahan Biden salah satunya investasi US$1,3 triliun selama 10 tahun di sektor infrastruktur seperti energi terbarukan, air, dan transportasi serta energi terbarukan yakni baterai kendaraan listrik.

Rencana itu, lanjut dia, akan menguntungkan saham-saham seperti PT. Vale Indonesia Tbk. (INCO) dan PT. Aneka Tambang Tbk. (ANTM).

Pihaknya memberikan rekomendasi sell on strength (SOS) untuk INCO dan ANTM.

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,38 persen atau 20,48 poin ke level 5.356,00.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 5.319,42-5.395,71.

Baca Juga: Berkah di Tengah Perang Dagang China – Australia

Sebanyak 238 saham ditutup menguat, sedangkan 203 saham melemah, dan 169 saham stagnan.

Total volume perdagangan hari ini mencapai 13,92 miliar lembar saham dengan nilai mencapai Rp. 10,73 triliun.

Adapun, investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp. 190,8 miliar.