Emiten Mana yang Paling Top di Kuartal I?

Emiten Mana yang Paling Top di Kuartal I?

Emiten-Mana-yang-Paling-Top-di-Kuartal-I?
Emiten Mana yang Paling Top di Kuartal I?

Banyak hal terjadi di kuartal pertama tahun 2020 yang membuat harga-harga komoditas berguguran. Namun di tengah anjloknya harga komoditas.

Harga batu bara cenderung menjadi yang paling stabil dibanding minyak mentah maupun minyak sawit.

Ketidakpastian akan damai dagang antara Washington-Beijing, tensi geopolitik yang tinggi, hubungan bilateral yang retak, isu lingkungan hingga wabah penyakit jadi faktor penggerak utama harga komoditas pada triwulan pertama tahun 2020.

Pada kuartal I tahun 2020, harga minyak mentah anjlok 65,5% (qoq), harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) ambles 21,3% (qoq) dan harga batu bara termal Newcastle melorot 2,82% (qoq). Harga tersebut mengacu pada harga kontrak berjangka (futures).

Di antara dua komoditas lain, harga batu bara memang yang paling tahan dari goncangan. Harga batu bara bergerak di kisaran US$ 64 – 72/ton.

Koreksi harganya pun yang paling minim. Tak hanya itu, volatilitas harga batu bara juga yang paling rendah (STDEV : coal 1,8% ; CPO 2,7% & Crude Oil 4,9%).

Wabah corona memang jadi sentimen yang paling memicu volatilitas harga komoditas.

Baca Juga: Geliat Saham Pertambangan

Pasalnya wabah yang kini sudah menginfeksi lebih dari 1,27 juta orang di dunia ini berisiko besar untuk membawa perekonomian global jatuh ke dalam jurang resesi.

Kala resesi terjadi, konsumsi menjadi tertekan. Begitu juga dengan konsumsi komoditas. Pelemahan konsumsi yang mengindikasikan turunnya permintaan akan menekan harga.

Namun apa yang membuat harga batu bara survive di tengah badai corona ternyata ya wabah itu sendiri.