Emiten Batu Bara Berharap Covid-19 Lekas Berlalu

Emiten Batu Bara Berharap Covid-19 Lekas Berlalu

Emiten Batu Bara Berharap Covid-19 Lekas Berlalu
Emiten Batu Bara Berharap Covid-19 Lekas Berlalu

Pandemi Covid-19 yang tidak kunjung jelas kapan akan berlalu menjadi fokus utama emiten pertambangan batu bara sebelum memutuskan rencana strategis untuk memulihkan kinerjanya yang sempat mengalami kontraksi pada tahun ini.

Secara serius Perusahaan PT United Tractors Tbk. Sara K. Loebis mengatakan, belum dapat menyampaikan indikasi apapun terkait rencana strategis perseroan pada tahun depan seiring dengan ketidakpastian yang masih hinggap di pasar akibat pandemi Covid-19.

Sikap kehati-hatian emiten bersandi saham UNTR itu pun masih dilakukan kendati harga batu bara global telah menunjukkan tren kenaikan sejak awal kuartal IV/2020.

Untuk diketahui, pada penutupan perdagangan Jumat (13/11/2020) harga batu bara newcastle untuk kontrak Desember 2020 parkir di level US$62,6 per ton.

Sepanjang perdagangan satu bulan terakhir harga telah bergerak menguat hingga 13,51 persen.

“Semoga bisa semakin baik ya [harga batu bara]. Namun, tampaknya para pelaku penambangan masih wait and see untuk memantau konsistensi harga tersebut,” ujar Sara kepada Bisnis, Jumat (13/11/2020).

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk. Arviyan Arifin memperkirakan kondisi pasar batu bara tahun depan belum akan sepenuhnya pulih sebagaimana kondisi sebelum pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, emiten berkode saham PTBA itu masih akan mempertimbangkan sentimen pandemi Covid-19 dalam penyusunan proyeksi produksi dan penjualan untuk tahun depan.

Baca Juga: Industri Batu Bara Masih Terus Mengkilat

Namun, Arviyan memastikan volume produksi PTBA tidak akan lebih rendah daripada panduan tahun ini seiring dengan tren peningkatan permintaan dan harga batu bara yang terjadi sejak awal kuartal IV/2020.

Untuk diketahui, PTBA menargetkan produksi sebesar 25,1 juta ton dari dan  volume penjualan batu bara sebesar 24,9 juta ton hingga akhir tahun ini.