Emas Dunia Kini Menjadi ‘Raksasa yang Tertidur’

Emas Dunia Kini Menjadi Raksasa yang Tertidur

Emas-Dunia-Kini-Menjadi-'Raksasa-yang-Tertidur'
Emas Dunia Kini Menjadi Raksasa yang Tertidur

Risiko munculnya gelombang kedua pandemi Covid-19 meningkat setelah terjadi penambahan kasus di China dan Korea Selatan.

Kedua negara tersebut sebelumnya sudah “menang” melawan virus corona kini harus kembali siaga akibat adanya potensi penyebaran gelombang kedua.

Dalam 2 hari terakhir, data Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyebutkan kasus baru di China naik 0,02%.

Emas mengakhiri perdagangan Selasa di level US$ 1.702,14/troy ons, menguat 0,36% di pasar spot melansir data Refinitiv.

Harga emas dunia menguat pada perdagangan Selasa (12/5/2020) dan kembali ke atas US$ 1.700/troy ons. Pelaku pasar yang mulai was-was akan kemungkinan terjadinya penyebaran pandemi penyakit virus corona (Covid-19) gelombang kedua membuat daya tarik emas sebagai aset aman kembali meningkat.

Meski sangat tipis, tetapi itu adalah laju tercepat sejak 29 April. Artinya, ada tanda kasus baru virus corona mulai meningkat lagi. Pemerintah China mengambil langkah tegas dengan menerapkan lockdown di Kota Shulan, Provinsi Jilin. Ini dilakukan agar virus tidak semakin menyebar.

Di Kota Wuhan, ground zero penyebaran virus corona, sudah ada satu klaster penyebaran baru setelah lockdown dicabut sebulan lalu. Ada lima pasien baru yang tinggal di sebuah pemukiman.

Kemudian di Korea Selatan, Korea Centers for Disease Control and Prevention mencatat jumlah pasien positif corona per 11 Mei adalah 10.909 orang. Naik 0,32% dibandingkan posisi per hari sebelumnya.

Seperti halnya di China, pertumbuhan kasus di Negeri Ginseng memang relatif rendah. Namun kenaikan 0,32% menjadi yang tertinggi sejak 9 April.

Baca Juga: Stimulus Pandemi Asia Perlambat Matinya Batu Bara

Selain China, dan Korea Selatan, negara-negara Eropa dan Amerika Serikat juga sudah mulai melonggarkan lockdown, sehingga akan menjadi perhatian apakan kasus Covid-19 kembali mengalami peningkatan, atau terus menunjukkan tren penurunan.